Dinkes Magetan Lakukan Evaluasi Pendampingan Poskestren

Pertemuan pendamping Poskestren di Kabupaten Magetan Tahun 2021.

Beritatrends, Magetan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan melakukan evaluasi pendampingan pos kesehatan pesantren (poskestren) di Kabupaten Magetan tahun 2021.

Secara keseluruhan kegiatan ini diikuti oleh para Pelaksana Promkes, Pelaksana UKS, Pelaksana Kesling, Pendamping Ormas, dan Pengasuh Ponpes, serta Santri Husada.

Pertemuan dilaksanakan di Gedung Korpri Magetan pada tanggal 20-21 Desember 2021. Selama kegiatan mereka diberikan materi evaluasi kegiatan pendampingan poskestren dan desk hasil pendampingan oleh narasumber puskesmas/pendamping poskestren.

Plt Kepala Dinkes Magetan dr Rohmad Hidayat, melalui Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Magetan Totok Aprijanto menjelaskan, pada evaluasi pendamping poskestren yang dilakukan pada tahun 2021 ini, pihaknya menilai pendampingan poskestren belum maksimal karena masih pada masa pandemi.

“Selain pendampingan yang belum maksimal akibat pandemi, juga terkait pendanaan program dari provinsi yang terlambat, yaitu pada bulan Juli 2021 baru cair,” jelasnya.

Dijelaskanya, Saat anggaran tersebut disetujui dan bisa di cairkan, Dinkes Magetan langsung melakukan koordinasi pada lintas sektor dan pada lintas program, dengan mengundang para pembina, pendamping dan juga pimpinan pondok.

“Tujuannya, agar kita bisa diterima dengan baik oleh pondok, karena pondok memanglah membutuhkan program ini,” terang Totok Aprijanto.

Ia berharap, Pondok yang belum terdapat Poskestren, agar membentuk dan terbentuk poskestren, termasuk tersedia sarana pra sarana kesehatannya, dan juga terdapat kader husada.

“Kader husada yang harus terpenuhi minimal 10% dari jumlah santri di pondok, jadi 1 kader bertugas menaungi/mengawasi tentang perilaku hidup 10 orang,” jelasnya.

Kalau bisa, Santri husada juga ada pada masing-masing kamar, agar semua terpantau. Terpantau bagaimana cara mereka menjaga kesehatan lingkungannya, menjaga perilakunya, dan apabila ada yang sakit bisa cepat diketahui.

Terkait evaluasi poskestren saat ini meliputi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan yang dilakukan para pendamping poskestren di pondok pesantren.

“Hasilnya cukup memuaskan, sesuai paparan dari para pendamping, pukesmas maupun Dinas Kesehatan,” kata Totok Aprijanto.

Dinkes berharap, melalui wadah poskestren juga ada dukungan dari pondok, yaitu melalui kebijakan atau SK dari pemilik pondok pesantren, atau melalui komitment bersama untuk mewujudkan pondok yang sehat.

Sampai saat ini Denkes Magetan telah membina pendamping Poskestren sebanyak 30 pondok yang ada di wilayah kabupaten Magetan.

“Selain itu, Kemaren juga ada pembinaan dari pusat pada 5 pondok di Magetan, kita juga mengawasi,” ujar totok.

Disisi lain, Mutakir koordinator pesantren sehat PCNU Kabupaten Magetan mengatakan, program pendampingan poskestren di wilayah Kabupaten Magetan telah berjalan baik. Namun pada saat pandemi terdapat pembatasan yang dilakukan pemerintah berdampak pada kegiatan poskestren di pondok, maupun pada pendampingan oleh PCNU.

“Kita tidak bisa melakukan pertemuan sesering mungkin, karena larangan berkumpul dan kerumunan,” ujarnya.

Dari 33 pondok di Magetan yang berada di bawah naungan PCNU, 21 pondok diantaranya telah terbentuk poskestren.

“Semoga lebih banyak lagi pondok yang didampingi untuk pendirian poskestren, karena melihat manfaat dan wawasan kesehatan bagi para santri,” pungkasnya.

Sementara, H. Fadlan salah satu pembina pondok yang ada di Magetan berharap, penyuluhan dari dinas kesehatan untuk pendamping poskestren bisa terus dimaksimalkan, karena selain bermanfaat untuk kesehatan juga agar para santri bisa belajar dengan nyaman di pondok.

“Selama pandemi sebanyak 3 kali kita lakukan koordinasi dengan Dinkes Magetan. Walaupun jarang dilakukan pertemuan, kita sering melakukan koordinasi melalui telphon, chat dan grub chat,” jelasnya.

Koordinasi dilakukan untuk meminta petunjuk ketentuan yang berlaku, dan setelahnya disampaikan oleh pendamping kepada para santri.

“Karena adanya poskestren, kesan pondok kumuh pun tidak ada saat ini. Banyak aturan kesehatan yang diterapkan, selain menjaga kebersihan lingkungan, tidak boleh memakai baju temanya juga tidak diperbolehkan,” pungkas H. Fadlan.

Pos terkait