FGD saat perayaan natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Magetan

Fokus Group Diskusi dalam rangka menciptakan Magetan yang kondusif pada saat perayaan natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Magetan

Beritatrends, Magetan – Fokus Group Diskusi (FGD) dalam rangka menciptakan Magetan yang kondusif pada saat perayaan natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kabupaten Magetan, salah satu Hotel di Magetan, Selasa (07 Desember 2021)

Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha S.I.K.M.S.I mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir pada kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) dalam rangka menciptakan Magetan yang kondusif pada saat perayaan Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 di Kab. Magetan.

“Indonesia adalah Negara yang majemuk terdiri dari 5 Agama yang diakui. Covid-19 masih ada dan sangat berpengaruh tentang kegiatan bermasyarakat, kegiatan masyarakat harus masih menerapkan prokes,”ujar Yakhob.

Perayaan Natal dilaksanakan saudara kita yang beragama Nasrani, saya berharap agar pihak Gereja melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan dan ikut serta dalam pengamanan dan bertanggung jawab tentang pelaksanaan protokol kesehatan kepada Jamaahnya.

“Untuk perayaan Tahun Baru, saya berharap agar perayaannya tidak berlebihan dan tetap menerapkan prokes. Pada FDG hari ini saya berharap bisa menghasilkan hasil diskusi ini dengan perencanaan kegiatan menjelang dan pasca Nataru dengan baik dan bijak,”pintanya.

Ketua Bamag Kab. Magetan Yusak Umar Santoso mengatakan, terima kasih kepada TNI POLRI atas semua pengayoman pengamanan perlindungan sehingga kita merasakan kondusif aman di dalam melaksanakan seluruh kegiatan keagamaan kami sehingga tidak lagi ada salah paham tentang mayoritas dan minoritas dan terima kasih kepada sahabat saudara dari Banser Senkom yang menjalin kebersamaan dan memberikan ketentraman.

Dan kita bersama-sama hidup di Magetan sehingga semboyan Magetan kita jaga dengan baik, kepada seluruh jajaran yang bersama-sama ini kami umat Kristen Kabupaten Magetan sangat merasakan kedamaian yang luar biasa. Yang terhormat bapak Wakapolres menyampaikan pembukaan untuk kita semua dalam forum diskusi ini yang memberikan pengarahan, juga dari bapak-bapak forkompinca dari Danramil maupun Polsek sudah mengadakan koordinasi, saya sudah mendapatkan info-info dari anggota yang ada di kecamatan-kecamatan sudah mengadakan koordinasi dengan gereja-gereja yang ada di wilayahnya masing-masing.

Baca Juga  Selain Tidak Pasang Pagu Anggaran Proyek PU Jembatan Dijadikan Oknum Buat Pungli

“Kabupaten Magetan Terdapat 78 Gereja yang tersebar di 18 Kecamatan yang dibagi menjadi 4 wilayah yaitu wilayah Barat wilayah Tengah Selatan dan wilayah timur Kabupaten Magetan dibedakan menjadi 27 denominasi,”jelasnya.

Peran serta Bamag di masyarakat bamag Kabupaten Magetan membentuk Komisi-komisi Bidang Sosial Kemasyarakatan antara lain : Komisi Bidang kesejahteraan Sosial, Komisi Bidang pendidikan Pemuda dan Anak dan Komisi Bidang penanggulangan Bencana (TAGANA Rajawali Garda)

Komisi bidang penanggulangan bencana dan kesehatan. Bamag bergabung bersama TAGANA (Taruna Siaga Bencana) dengan memperlengkapi dan mengadakan pelatihan Penanggulangan Bencana. Bamag bekerja sama dengan YKPMI (Yayasan Kasih Pedull Masyarakat Indonesia) mempersiapkan Posko kesehatan Gratis bagi Masyarakat.

Peran Bamag dalam menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 adalah mendata kegiatan Gereja yang mengadakan perayaan Natal di Kab. Magetan, tetap menerapkan prokes, berkoordinasi dengan aparat keamanan, TNI, Polri dan Kesbangpoldagri.

Setiap Gereja ada petugas yang bertanggungjawab dalam protokol kesehatan dalam rangka pelaksanaan Ibadah Syukur Natal.

Melarang jemaat yang kondisi tidak sehat untuk mengikuti Natal, tidak mengadakan perayaan dan jamuan makan bersama dan memastikan semua jemaat sudah vaksin.

“Menghimbau kepada Gereja-gejala tidak mengundang pembicara dari luar daerah, cukup intern Kab. Magetan saja,”terangnya.

Ditambahkan Eka Raditya yang mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kab. Magetan mengatakan bahwa selama pandemi ini ada pembatasan pariwisata selama bertahun-tahun yang membuat jenuh masyarakat dengan kondisi kompetitif, maka masyarakat akan berbondong-bondong mendatangi tempat wisata dan pada akhirnya bisa menimbulkan penyebaran Covid baru sehingga pada saat ini benar-benar harus kita jaga.

Kita mengharapkan kesadaran bagi pelaku usaha pariwisata bawa demi untuk menjaga supaya Magetan level 1 lebih bagus lagi untuk melaksanakan tempat-tempat yang mungkin nanti dalam forum ini bisa kita sepakati.

Baca Juga  Buka Muscab Ke-IX, Pj Walkot Madiun Minta Gapensi Sinergi Bangun Kota Pendekar

“Ketentuan tempat wisata selama Nataru adalah meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaruran PPKM level 3. Dilarang merayakan perayaan Tahun Baru di tempat wisata dan pengeras suara juga dilarang karena akan mengundang kerumunan. Membatasi jumlah pengunjung di tempat wisata 50% dan wajib menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi dan harus menerapkan prokes. Penerapan Ganjil-Genap di sepanjang jalan di lokasi tempat wisata dilaksanakan dengan bantuan TNI, POLRI, Dishub maupun Satpol PP dan dari dinas pariwisata,”pungkas Eka.

 

 

Pos terkait