Harga Anjlok, Peternak Telur Pilih ke Jalan

Beritatrends,Magetan – Puluhan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan menggelar aksi unik sekaligus bernuansa sosial, Rabu (6/5/2026). Mereka membagikan ratusan kilogram telur gratis kepada warga dan pengguna jalan di sekitar Alun-Alun Magetan.

Di balik aksi tersebut, tersimpan protes atas anjloknya harga telur di tingkat peternak di tengah lonjakan biaya produksi.

Aksi yang digagas Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PATERAIN) Kabupaten Magetan itu diikuti sekitar 80 peternak. Mereka membawa berbagai spanduk berisi ajakan konsumsi telur sekaligus keluhan kondisi usaha. Di antaranya bertuliskan “Harga telur turun, biaya produksi naik” hingga “Cintai produk peternak rakyat”.

Sebanyak kurang lebih 500 kilogram telur dibagikan dalam kemasan setengah kilogram di sejumlah titik traffic light sekitar Alun-Alun. Kegiatan serupa juga dilakukan di simpang dekat SMPN 4 Magetan. Warga dan pengendara tampak antusias menerima telur gratis tersebut.

Namun aksi ini bukan sekadar berbagi. Para peternak ingin menyuarakan tekanan yang mereka alami. Usai pembagian telur, perwakilan peternak langsung bergerak menuju Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan untuk audiensi dengan pemerintah daerah.

Dalam forum tersebut, Ali, salah satu peternak, mengungkapkan kondisi usaha yang kian terhimpit. Harga pakan terus naik, sementara harga telur justru merosot.

“Sekarang harga telur sekitar Rp 22.800, bahkan di tingkat peternak bisa hanya Rp 22.000. Padahal HPP yang ditetapkan pemerintah Rp 26.500. Kami sudah di bawah biaya produksi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penumpukan stok telur akibat serapan pasar yang rendah. Kondisi itu berdampak pada penurunan kualitas dan semakin menekan harga jual.

Keluhan serupa disampaikan Eko, pengusaha pakan dan peternak. Ia meminta pemerintah melindungi pelaku usaha lokal, terutama terkait potensi kerja sama dengan pihak luar negeri.

Baca Juga  Polres Blitar Kota Gandeng Gus IQdam Berikan Edukasi Tertib Lalu Lintas Jelang Operasi Keselamatan Semeru 2026

“Kalau sampai pakan dan ayam petelur dikelola pihak luar, produk lokal bisa kalah. Dampaknya langsung ke peternak dan pengusaha lokal,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Magetan, Suwata, menyatakan keresahan peternak juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kami akan upayakan langkah terbaik. Aspirasi ini akan kami sampaikan ke pimpinan daerah,” ujarnya.

Ia menyebut beberapa langkah yang akan didorong, di antaranya menggalakkan kembali gerakan makan telur, mendorong kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menyerap telur lokal, serta mengintensifkan operasi pasar.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, drh Nur Haryani, mengakui kondisi harga telur yang berada di bawah HPP. Meski demikian, ia menyebut fluktuasi harga merupakan mekanisme pasar di luar kewenangan langsung dinas.

“Kami tidak bisa mengendalikan harga, tapi akan mengusulkan agar pemerintah daerah memprioritaskan penyerapan telur lokal,” jelasnya.

Dari hasil audiensi, Pemkab Magetan berkomitmen mencari solusi, termasuk opsi pemberian subsidi jagung untuk menekan biaya pakan. Koordinasi lanjutan juga akan dilakukan bersama pimpinan daerah.

Sebagai tindak lanjut, dijadwalkan audiensi lanjutan antara perwakilan peternak yang tergabung dalam PATERAIN dengan Bupati Magetan pada 11 Mei mendatang. Pertemuan itu diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan menjaga keberlangsungan usaha peternak lokal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *