JANJI TAK TEREALISASI MASYARAKAT TAGIH WAKIL BUPATI BENGKAYANG  KAPAN SABIRIN DAN KAWAN-KAWAN DILAPORKAN?

Beritatrends, Bengkayan – Kata-kata itu sudah diucapkan. Janji pun sudah terlontar. Tapi hingga hari ini, laporan yang dijanjikan tak kunjung datang. Masyarakat Bengkayang kini bertanya-tanya: apa sebenarnya yang terjadi?

Beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Bengkayang, Samsul Rizal, menyampaikan bahwa ada enam orang tamu  bernama Sabirin, Bujang, dan kawan-kawan yang diduga datang ke ruang kerjanya dan melontarkan ucapan yang sangat melukai hati seluruh warga Kabupaten Bengkayang. Konon, mereka menyebut Bengkayang sebagai “sarang korupsi dan bangsat”.

Ucapan yang jika benar-benar terucap, tentu sangat menyakitkan bagi seluruh warga dari Suku Dayak, Melayu, hingga Tionghoa. Dan saat itu, Wakil Bupati berjanji: enam orang itu akan dilaporkan ke pihak berwajib.

JANJI SUDAH LALU  TAPI FAKTA MASIH DIAM

Kini masyarakat mulai bertanya : di mana laporannya?

“Kami semua tersinggung kalau benar ada yang mengatai daerah kami begitu. Tapi kalau memang benar terjadi, di mana buktinya? Kapan dilaporkan? Wakil Bupati sendiri yang bilang akan melaporkan. Sampai sekarang belum ada kabar. Jangan hanya janji di mulut saja,” tegas seorang Pengurus Lembaga Adat Kabupaten Bengkayang, Sabtu (11/10/2026).

Kekhawatiran warga sederhana: jika janji yang begitu jelas saja tak ditepati, bagaimana dengan janji-janji lain yang lebih besar? Wibawa pemimpin dipertaruhkan di sini.

PERINGATAN KERAS DARI MASYARAKAT ADAT: JANGAN ADA YANG MENGARANG CERITA

Ada hal yang lebih mendesak untuk diklarifikasi. Masyarakat Adat Dayak Bengkayang memberi peringatan tegas:

“Ada dua kemungkinan. Atau enam orang itu benar-benar mengatakannya dan harus dilaporkan SEKARANG. ATAU mereka tidak pernah berkata begitu, dan cerita ini justru yang mengarangnya sendiri. Kalau yang kedua, itu BERITA BOHONG. Itu provokasi. Dan kami yang akan melaporkan balik.”

Baca Juga  Libur Lebaran, Okupansi Hotel di Sarangan Magetan Naik Hingga 90 Persen

Pernyataan ini berat dan tegas: jika ternyata cerita tentang penghinaan itu tidak benar, maka yang menyebarkannya bisa disangkutkan menyampaikan berita bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat.

PERTANYAAN YANG MENUNGGU JAWABAN

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari Wakil Bupati Bengkayang Samsul Rizal:

– Apakah benar Sabirin, Bujang dan keempat orang lainnya pernah mengucapkan kalimat tersebut? Ada rekaman atau saksi lain?
​
– Jika benar terjadi, kapan laporan resmi ke aparat penegak hukum diajukan?
​
–  Jika tidak bisa dilaporkan — apa alasannya? Apakah memang tidak pernah terjadi?

“Bicaralah apa adanya. Kalau benar, lapor. Kalau tidak pernah terjadi, katakan jujur. Rakyat Bengkayang butuh pemimpin yang jujur, bukan cerita yang menggantung,” ujar pengurus adat tersebut menutup.

Mata masyarakat Bengkayang kini tertuju pada satu hal: janji yang sudah terucap saatnya dibuktikan, atau diakui kebenarannya. Karena kepercayaan rakyat tidak boleh dipermainkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *