Karyawan Salah Satu Swalayan Di Ponorogo Nekat Gantung Diri

Petugas melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban

Beritatrends, Ponorogo – Diduga lantaran depresi seorang karyawan swalayan Usman Setiawan (26) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada besi tower air di salah satu Swalayan di jalan Yos Sudarso Kelurahan Pakunden Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Minggu (14/8) malam.

“Kronologis kejadiannya pada hari ini Minggu tanggal 14 Agustus 2022, sekitar pukul 20.30 wib, pelapor menyuruh saksi untuk mencari korban yang ada di salah satu Swalayan di jalan Yos Sudarso Kelurahan Pakunden.Kemudian saksi mencari korban dibelakang namun tidak ketemu. Setelah tidak menemukan korban, saksi melihat pintu tempat jemuran atau tempat tower air tertutup. Karena merasa curiga saksi pun membuka pintu tersebut, dan melihat korban sudah menggantung diri dibesi tower air dan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian saksi menghubungi pelapor, dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor Polsek Ponorogo, “kata Kapolsekta Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro.

AKP Haryo Kusbintoro menambahkan, mendapat laporan tersebut tim inafis bersama petugas medis langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP.

“Hasil pemeriksaan petugas medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia karena gantung diri. Korban merupakan warga Desa Jiwan Kabupaten Madiun, “imbuh Kapolsekta Ponorogo.

Kapolsekta Ponorogo menambahkan berdasarkan keterangan dari pelapor bahwa sebelumnya pelapor telah diberitahu oleh istri korban, untuk selalu mengawasi korban. diduga depresi karena dalam 2 hari terakhir korban kelihatan kebingungan karena mengunakan uang hasil penjualan swalayan selama tiga hari Rp. 50 juta yang tidak diserahkan ke swalayan melainkan digunakan korban untuk bermain judi online.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerima sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan outopsi dibuktikan dengan surat pernyataan. Selanjutnya jenasah diserahkan kepada keluarga untuk dirawat dengan semestinya di rumah duka, “pungkasnya.

Baca Juga  Apel Siaga dan Pengawasan Masa Tenang Pemilu 2024, M. Firsada : Pemilu Bukan Ajang Untuk Konflik

Pos terkait