Kemenag Magetan Siapakan Dana Pembinaan Untuk Santri Yang Juara di MTQ Pamekasan

  • Whatsapp

Kepala Kantor Kementrian Agama Magetan Mutakim

Beritatrends, Magetan – Para kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Jatim, asal Kabupaten Magetan, sudah mulai dikarantina. Selama masa karantina, mereka kembali mendapat gemblengan dari sejumlah pembina dan suntikan motivasi.

Pada Selasa (2/11/2021), puluhan kafilah asal Magetan tersebut akan di berangkatkan ke Pamakasan Madura oleh Bupati Magetan Dr. Drs, H Suprawoto SH. M.Si.

Kepala Kantor Kementrian Agama Magetan Mutakim pada pemberangkatan Mohon doa dan restu dari para kiai, ulama, tokoh masyarakat, dan segenap lapisan masyarakat, agar kafilaf-kafilah Magetan mendapatkan hasil yang terbaik di MTQ XXIX Jawa Timur, Selasa (2/11/2021).

“Alhamdulillah seperti yang disampaikan Kabag kesra saat sambutan ini adalah hasil seleksi yang luar biasa maka beberapa hari yang lalu kita juga sudah menyampaikan kepada para pembina dan insyaallah ketika mereka berprestasi insyaallah dana sudah disiapkan dari kemenag,”kata Mutakim.

Yang kedua tentu mengacu dari pengalaman kemarin yang dirubah sekarang memperkuat di pembinaan dan rekrutmen, sehingga jauh-jauh hari meskipu hari ini pemberangkatkan ke Pamekasan, sebenarnya sudah dipersiapkan sekitar hampir 2,5 bulan.

“Jadi nanti ketika persiapan dalam pembinaan dan rekrutmen itu diperbaiki, insyaallah akan lebih maksimal. Yang terakhir memang jujur belum semua pondok pesantren mau melibatkan diri, artinya belum mau melibatkan santri-santrinya atau belum mengijinkan santrinya untuk mengikuti kegiatan kegiatan seperti ini,”paparnya.

Harapan kita nanti kedepan mereka nanti akan menyatu. Paling tidak akan disampaikan kepada para pengasuh para kyainya.

“Jadi asumsi yang selama ini berkembang bahwasanya, ngapunten, ngaji terus ditafsirkan dalam tanda petik itu sebenarnya tidak seperti yang mereka anggap, tapi ini semata-mata justru untuk menguji kwalitas mereka dalam pembelajaran atau mungkin dalam rangka pembelajaran,”pungkas Mutakhim.

Pos terkait