Keran Air Siap Minum dan Sumur Resapan Magetan Sudah Lebih Dulu Buatnya

  • Whatsapp

fasilitas keran air siap minim diletakkan di Parkir Timur Alun-alun Magetan

Beritatrends, Magetan – Mayoritas PDAM di Indonesia baru sebagai perusahaan yang menyiapkan air bersih bukan air siap minum. Terlebih sekarang dengan semakin banyaknya air minum kemasan membuat praktik rebus air jadi hal yang ditinggalkan.

Tuntutan pun makin naik dengan permintaan PDAM untuk menyediakan air siap minum bukan sekadar air bersih.

Sudah pasti hal ini terkait dengan support sistem yang tersedia untuk menyaring air bersih jadi air siap minum. Ke depan PDAM mampu memperluas layanan pelanggan di Zona Air Minum Prima.

Fasilitas air siap minum itu diharapkan memberi rasa kenyamanan bagi setiap masyarakat yang memerlukan kebutuhan air minum, berita tersebut viral di Jakarta belum lama ini, padahal Kabupaten Magetan 4 tahun yang lalu sudah menyiapkan keran air siap minim. Air minum ini bisa diambil dan gratis.

Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Perusahaan Air Minum Daerah Lawu Tirta menyediakan fasilitas keran air siap minum diletakkan di Parkir Timur Alun-alun Magetan, karena demi keamanan dan kebersihan akhirnya di pindahkan di sebelah barat parkir Timur atau di dalam Alun-alun Magetan dan kemudian PDAM Lawu Tirta Magetan menambah Fasilitas air siap minum tersebut di Mal Pelayanan Publik di Pasar Baru Magetan.

Bupati Magetan, Dr. Drs Suprawoto, SH. M.Si mengatakan, kemarin itu hilangnya fasilitas air siap minum yang ada di kabupaten Magetan karena ada pandemik, tidak boleh ada orang dialun alun, kemudian pasang copot, pasang copot akhirnya ya dicopot.

“Nanti saya tanya PDAM bagaimana itu alatnya, demikian juga dua tahun yang lalu pemerintah Kabupaten Magetan juga membuat Sumur Resapan itu dibawah trotoar Jalan. A Yani itu sumur resapan. Dulu malah ada yang ngritik apa itu,”paparnya.

Sumur Resapa, Keran air siap minum Itu semua sudah dilaksanakan sebelum wilayah lain melaksanakannya, karena saya yakin bahwa air itu selain ada embung tapi harus ada resapan.

“Pihaknya minta sekolahan, kantor-kantor, Desa dan Kantot Camat semua membuat sumur resapan ini. SMPN 2 ini juga sudah ada sumur resapan termasuk biopori. Minimal harus ada biopori namun saya menganjurkan membuat sumur resapan supaya mengurangi air masuk disini, karena kita disini sering mengambil, tapi tidak sering mengisi, seusai itu harus kita isi. Saya berharap jenengan para wartawan rumahnya dikasih sumur resapan semua,”pungkasnya.

 

 

 

 

 

Pos terkait