Postingan Media Sosial Milik Prokopim Magetan
BeritaTrends, Magetan – Postingan Prokopim (Protokol dan Komunikasi Pimpinan) Kabupaten Magetan di media sosial pada Selasa (11/5/2026) dengan judul “Gerakan Membeli Telur ASN Lingkup Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan” mendapat puluhan komentar dari masyarakat, Minggu (17/5/2026)
Postingan yang mendapat 30 like (suka) dan 60 komentar tersebut bukannya mendapat apresiasi dari masyarakat melainkan puluhan hujatan dan tawaan dari pengguna media sosial.
Salah satu kritikan pedas ditulis oleh pengguna media sosial Khoirul Mubin, ia menulis bahwa akun media sosial milik Prokopim Magetan tersebut hanya untuk ajang pamer pekerjaan.
“Akun gae pamer kerjone,coba posting sampah yang tak terurus, kenapa ksm harus bayar ke LH.PADAHAL SUDAH DI BANTU AMBIL SAMPAH MANDIRI,LH TIDAK BAYAR LAGI PEKERJA PRNGAMBIL SAMPAH,KENAPA HARUS BAYAR?JAWAPEN” tulis pengguna media sosial Khoirul Mubin.
Pengguna media sosial, Bejo Sulaiman pun juga turut mengomentari postingan tersebut, ia menyebut bahwa Pejabat itu hanya menanggapi hal yang baru viral saja tidak menanggapi apa yang menjadi beban dan kebutuhan rakyat kecil.
“Pejabat ikuu menanggapi hal yang baru firal saja.tidak menanggapi apa yang jadibeban dan kebutuhan rakyat kecil. Itu lah pejabat sekarang. Apa lagi sekarang ekonomi bagi wong cilik sangat lah susah,” ketikan pedas dari pengguna media sosial Bejo Sulaiman.
Dengan banyaknya komentar yang dinilai negatif dan menertawakan kinerja Pemkab Magetan, terdapat beberapa komentar yang lebih mengambil sikap memahami situasi dan kondisi perekonomian saat ini.
“Sebenarnya semua punya resiko dalam segala hal jualan aja gak selalu dapat untung, terkadang untung pas beli lagi atau kulak harga udah berubah. Tani terjadang pupuk dan lainnya mahal, pas panen harga turun tetapi petani tetap diam dan menanam lagi,” komen pengguna media sosial, Setyono Eko Putranto.
Dari beberapa komentar tersebut terlihat masyarakat sangat heran akan langkah yang diambil oleh Pemkab Magetan untuk peduli terhadap peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan.
Ditambahkan oleh Aktifis Senior dari Rumah Kita Rudi Setiawan SP.d mengatakan, saya dan teman teman tiap hari beli telur tanpa di posting, postingan ASN beli telur diunggah di media sosialanya Prokopim itu sama juga mengatakan, pimpinan merasa kebingungan atas demo yang dilakukan sebagian peternak di Magetan.
“Masih ingat tahun lalu, ada seorang peternak membuat sensasi membuang telor hasil ternaknya ke sungai protes harga telor anjlok, aslinya yang benar bukan harga telor anjlok melainkan harga masih standar diantara 25.000-26.000 tapi yang bermasalah itu telor dari kandang tidak bisa keluar karena permintaan berkurang dan itu pasti terjadi dibulan Selo,”ucap Rudi.
Sebagai informasi, postingan yang ada di Media Sosial Facebook tersebut berisikan Gerakan Membeli Telur dalam rangka kepedulian Pemkab Magetan terhadap peternak ayam telur yang cepat anjlok harga di tingkat peternak, dengan tujuan untuk menstabilkan harga, membantu ekonomi peternak agar tidak bangkrut, serta memaksimalkan konsumsi telur lokal.





