Magetan Ganti Karangan Bunga dengan Bibit Pohon: Warisan Hijau, Bukan Sampah

Beritatrends.co.id, Magetan – Pesta ucapan selamat, penghormatan atau peresmian di Magetan selama ini seolah punya skenario yang sama, karangan bunga megah senilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah menghiasi lokasi acara, Senin (7/9/20/2026)

 

Indah dipandang mata sekejap, namun sayangnya hanya bertahan sesaat, lalu layu dan menjadi sampah. Uang yang dikeluarkan pun terasa menguap sia-sia, tak meninggalkan jejak manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan.

 

Kini, sebuah gagasan segar, unik dan sangat membumi mulai bergema, menantang kebiasaan lama yang boros dan kurang bermanfaat.

 

Mengapa tidak mengganti tumpukan bunga yang hanya sesaat indahnya dengan bibit pohon? Baik itu pohon peneduh maupun pohon buah yang bermanfaat.

 

Gagasan ini bukan sekadar imajinasi kosong, melainkan sebuah langkah cerdas yang jika dijalankan, akan membawa kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.

 

Bunga ucapan senilai Rp500.000 hingga Rp1.000.000 itu hanya memberi keuntungan sesaat pada satu titik waktu. Namun jika dialihkan untuk membeli bibit pohon seperti asam, trembesi, matoa atau jenis pohon peneduh lainnya manfaatnya akan terasa berantai. Mulai dari petani penangkar bibit yang diberi peluang usaha, tukang yang menanam dan merawatnya, hingga masyarakat luas yang kelak menikmati rindangnya keteduhan dan manfaat buahnya.

 

Jalan-jalan di Magetan tak hanya akan menjadi sejuk dan indah dipandang mata, namun juga hidup dan bernilai ekonomi.

 

Suara lantang menyampaikan hal ini datang dari Sopandi, tokoh masyarakat yang juga mantan Wakil Ketua DPRD serta mantan Ketua Partai Golkar Magetan. Ia menilai ide ini sangat masuk akal dan patut diperjuangkan serta didukung penuh.

 

“Kalau dipikir-pikir, ini sangat bisa dijalankan. Bahkan bisa bekerjasama dengan desa-desa yang wilayahnya dilalui jalan raya di seluruh Magetan. Pohon-pohon itu akan terawat dengan baik, memberikan hasil sekaligus memperindah lingkungan kita masing-masing,” ujar Sopandi dengan nada setuju dan antusias.

Baca Juga  Menteri AHY Pastikan Seluruh Jajaran Tuntaskan Target Program

 

Ia pun menohok kebiasaan lama yang dianggap mubazir dan meminta agar para pemimpin tertinggi di Kabupaten Magetan mulai dari Bupati, Kapolres, Dandim, Kajari, para Kepala Pengadilan hingga pimpinan instansi lainnya segera mengambil sikap dan memberikan instruksi yang tegas.

 

“Daripada uangnya habis untuk hal yang sia-sia dan tak bertahan lama, jauh lebih baik jika diwujudkan dalam bibit tanaman yang bermanfaat bagi kita semua. Ini harus menjadi pedoman yang jelas ke depannya. Biar setiap ada ucapan selamat atau penghormatan, ia tidak mati begitu saja, melainkan tumbuh besar, memberi oksigen, keteduhan dan hasil panen bagi warga,” pungkas Sopandi yang disambut harapan besar masyarakat.

 

Kini tinggal menunggu keberpihakan para pemimpin daerah untuk berani mengubah tradisi yang tidak bermanfaat ini menjadi tradisi mulia yang mewariskan harta dan keindahan alam untuk masa depan Magetan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *