Membangun Budaya Sains Aman dan Profesional: Kiprah Guru Besar UM dalam Pendampingan Layanan Laboratorium di SMAN 3 Sidoarjo

 

Sidoarjo, beritatrends.co.id – Suasana Aula Jenggala SMAN 3 Sidoarjo tampak berbeda dari biasanya pada Selasa, 28 Juli 2026. Ratusan pasang mata siswa kelas 10 menyimak penuh antusias deretan instruksi dan peragaan keselamatan kerja sains. Di hadapan mereka, hadir para pakar dan pakar pendidik dari Universitas Negeri Malang (UM) yang turun langsung membagikan wawasan mendalam mengenai standar pengelolaan dan layanan laboratorium yang aman, terstruktur, serta berorientasi pada masa depan akademik siswa.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat bernuansa akademik ini dipimpin oleh Prof. Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si., seorang akademisi yang konsisten mengawal inovasi pendidikan sains. Sinergi lintas kepakaran ini diperkuat oleh jajaran akademisi senior yang terdiri dari Prof. Dra. Surjani Wonorahardjo, Ph.D., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si., serta Dr. Nazriati, M.Si. Tak hanya para dosen, hadir pula kolaborasi mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3 bimbingan Prof. Hayuni yang secara aktif mendampingi para siswa dalam tiap sesi interaktif.

 

Dukungan Penuh Sekolah dan Sinergi Antar-Pendidik

Perhelatan edukatif ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 3 Sidoarjo, Ibu Wiwik Tri Ernawati, S.Sos., M.H., yang didampingi jajaran Wakil Kepala Sekolah serta para guru pengampu mata pelajaran sains—Kimia, Biologi, dan Fisika.

 

Dukungan penuh dari pihak sekolah mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis praktik. Kehadiran para guru lintas mata pelajaran IPA juga menjadi ruang diskusi dan penyelarasan persepsi terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP) laboratorium yang ideal di lingkungan sekolah.

 

Menyelami Teori Layanan hingga Simulasi Praktis K3

Pendekatan yang dibawakan oleh tim pengabdian UM tidak sekadar menyampaikan konsep teoretis, melainkan menyajikan pengalaman belajar kontekstual. Para siswa diajak memahami bahwa laboratorium bukanlah sekadar tempat mencampur bahan atau mengamati spesimen, melainkan sebuah ekosistem ilmiah yang menuntut kedisiplinan, ketelitian, dan rasa tanggung jawab tinggi.

Baca Juga  Sekda Landak Buka FGD Fakta dan Analisis Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Landak

 

Rangkaian materi dikemas secara mendalam dan berjenjang:

 

Tata Kelola dan Layanan Laboratorium: Siswa dibekali pemahaman mengenai fungsi dan alur kerja laboratorium yang profesional, mulai dari inventarisasi alat, etika berkegiatan, hingga pentingnya menjaga kerapian serta kelayakan instrumen eksperimen.

 

Simulasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3): Sesi ini menjadi pusat perhatian ketika para pemateri dan mahasiswa pendamping memperagakan penanganan risiko secara langsung. Para peserta diajarkan prosedur penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar, penanganan tumpahan bahan kimia, pertolongan pertama pada kecelakaan kerja kecil, hingga langkah mitigasi darurat saat terjadi insiden di ruang laboratorium.

 

Pengalaman Pertama yang Berkesan bagi Siswa Baru

Bagi para siswa kelas 10 yang baru bertransformasi ke jenjang menengah atas, kegiatan ini memberikan wawasan baru yang berkesan. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mengenal secara utuh keberagaman kelengkapan instrumen laboratorium sains, lengkap dengan standar keselamatan mendasar yang selama ini hanya mereka baca di buku teks.

 

Melalui peragaan dan praktik simulasi yang komunikatif, kecanggungan siswa terhadap dunia eksperimen sains berubah menjadi rasa ingin tahu yang besar. Pemahaman mendalam mengenai K3 ini tidak hanya membentengi siswa dari potensi bahaya saat ber praktikum, tetapi juga menanamkan budaya kerja ilmiah yang matang sejak dini—sebuah bekal penting untuk mengawal masa depan studi mereka di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *