Eks Gitaris Sheila On 7, Sakti Ari Seno atau Ustadz Salman Al-Jugjawi didampingi Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun bersama puluhan pecinta vespa mengikuti Rolling Thunder Black Scooter Gagak Rimang Bervespa keliling Kota Pendekar pada rangkaian pembuka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Jumat (29/5/2026).
Beritatrends, Madiun- Eks Gitaris Sheila On 7, Sakti Ari Seno atau Ustadz Salman Al-Jugjawi menyatakan kagum dengan suasana Kota Madiun yang dinilai bersih dan nyaman. Hal itu terlihat dari ruang kota yang hidup dengan banyak masyarakat beraktivitas dan berolahraga di area publik.
Kesan itu disampaikan Sakti setelah dirinya bersama puluhan pecinta vespa mengikuti Rolling Thunder Black Scooter Gagak Rimang Bervespa di Bumi Retno Dumilah pada rangkaian pembuka Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, Jumat (29/5/2026).
“Kakek saya orang Nglames, jadi ada kedekatan juga dengan Madiun. Kotanya bagus dipandang, banyak orang olahraga, kotanya bersih dan berkilau. Terima kasih sudah difasilitasi teman-teman vespa. Satu vespa sejuta saudara,” kata Sakti.
Rombongan berangkat bersama dari Balai Kota Madiun menuju sejumlah titik wisata religi, mulai Masjid Kuncen hingga Masjid Taman. Saat berkeliling di Kota Madiun, nampak iring-iringan vespa klasik menjadi perhatian banyak warga.
Tak sendirian, eks gitaris Sheila On 7 itu juga didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun saat melintas sejumlah ruas di Kota Madiun.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya eks gitaris Sheila On 7, yang ikut menikmati perjalanan religi tersebut. Baginya, pengalaman berkeliling menggunakan vespa sambil mengunjungi masjid dan tempat bersejarah di Kota Madiun menjadi momen yang sangat berkesan.
“Alhamdulillah ini sangat berkesan buat saya. Naik vespa ke masjid-masjid dan makam leluhur pendiri Madiun. Ternyata Kota Madiun punya tempat seperti ini, pengalaman pertama bagi saya di sini,” kata Sakti.
Sementara itu Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar ajang komunitas vespa saja. Namun kegiatan itu menjadi sarana mengenalkan wajah Kota Madiun kepada peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dengan kegiatan ini teman-teman dari luar daerah bisa melihat langsung Kota Madiun. Mereka dapat menyaksikan langsung wisata religi hingga suasana kotanya. Dampaknya juga dirasakan pelaku usaha dan UMKM selama kegiatan berlangsung,” kata Bagus.
Tak hanya itu, peserta saat mengikuti safari wisata religi terlihat antusias. Harapannya, konsep perpaduan otomotif dan wisata religi tersebut dapat dikembangkan lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
“Ke depan tentu kami akan membuat acara lebih meriah lagi. Dengan demikian wisata religi Kota Madiun semakin dikenal luas,” demikian Bagus.





