Persemag Moncer Lolos 32 Besar Liga 3 Jatim, Bikin Owner Merinding

  • Whatsapp

Pertandingan Persemag vs Perspa.

Beritatrends, Magetan – Persatuan Sepak Bola (Persemag) Kabupaten Magetan memastikan timnya lolos ke babak 32 besar Liga 3 Jawa Timur, usai bermain imbang 1-1 melawan Perspa Pacitan.

Pertandingan antara Persemag vs Perspa digelar di Stadion Menak Sopal, Trengalek, Rabu (17/11/2021) sore. Yang merupakan pertandingan season terakhir fase grub H Liga 3 Jatim.

Dengan hasil ini, tim Laskar Macan Lawu, julukan dari Persemag Magetan lolos sebagai runner up Grub H dengan raihan 6 Poin.

Berikut hasil hasil pertandingan persemag di Grub H :
Swis FC 2-2 Persemag
Persemag 0-0 Persiga
Persenga 0-2 Persemag
Perspa 1-1 Persemag.

Dengan prestasi ini hingga membuat Owner dari Persemag Magetan, Arif Mustofa (Mojosemi Foret Park) merasa senang sampai merinding dibuatnya.

“Saya merinding melihat pertandingan melawan Perspa Pacitan ini, saya acungi empat jempol kepada tim Persemag,” ungkapnya, Rabu (17/11/2021) usai pertandingan.

Ia mengatakan, perjuangan yang luar biasa diperlihatkan oleh tim Persemag, bagaimana kiper Persemag yang harus berjuang dalam kondisi sakit namun tetap mampu menjaga gawang Persemag.

“Awalnya kita ketinggalan skor lebih dulu, dan baru bisa menyamakan kedudukan 1-1 pada menit akhir babak pertama,” jelasnya.

Meski pada menit awal Persemag Magetan ditekan terlebih dahulu oleh pemain lawan, tetapi dengan tenang Persemag mampu menyamakan skor.

“Pada babak kedua mereka juga bermain luar biasa, kerasnya perjuangan adek-adek kita semua meski akhirnya harus dihentikan pada menit 86′, dengan sikap Fair Play pemain Persemag bisa menerima hasil ini,” ujar Arif.

Meski pertandingan belum selesai, saat Persemag mendapatkan Pinalti dan pertandingan di hentikan pada menit ’86 oleh wasit.

“Kita serahkan keputusan ke komisi disiplin PSSI, apabila Magetan lolos 32 Besar, ini merupakan sebuah prestasi setelah sekian lama kita vakum,” pungkas Arif.

Sementara Pelatih Persemag Magetan, Windu Widodo mengungkapkan rasa bangganya terhadap anak asuhnya yang telah berjuang pada setiap pertandingan.

“Alhamdulillah, para pemain bermain luar biasa. Seperti harapan para masyarakat Magetan terhadap Persemag, bisa menjadi dukungan dan juga bisa menjadi tekanan bagi kita. Ini situasi yang tidak mudah bagi pemain,” ucapnya.

Terkait kiper Persemag yang baru saja sembuh dari sakit namun tetap bermain, Windu mengaku, selalu menanyakan kondisi setiap pemain setiap kali akan memulai pertandingan

“Sebagai pelatih, kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh pemain. Ada yang kurang fit namun tetap semangat ingin bermain. Saya sampaikan, yang sakit harus bilang sakit, karena apabila terjadi sesuatu tim juga yang akan rugi,” terang Windu.

Terkait hasil imbang setelah melawan Perspa, Windu mengeluhkan penyelesaian akhir dari timnya.”lagi-lagi Finishing, banyak peluang emas yang gagal menjadi gol,” ungkapnya.

Ia juga menyesalkan pertandingan yang harus di hentikan saat waktu masih berjalan, padahal saat itu terjadi pinalti untuk Persemag.

“Seharusnya Persemag bisa menang, tidak hanya hasil imbang. Atas kejadian ini kita serah kan ke PSSI apapun keputusannya kita terima,” tutupnya.

Pos terkait