Program KOTAKU di Kabupaten Madiun Ciptakan Lingkungan Sehat

TEMPEL– Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Madiun, Suyadi menempel stiker saat meresmikan hasil program kegiatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kamis (15/12/2022).
 

Beritatrends, Madiun – Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Madiun, Suyadi menyatakan program kota tanpa  kumuh (KOTAKU) yang menyasar beberapa titik di bumi kampung pesilat mempu menciptakan lingkungan sehat. Tak hanya itu, program KOTAKU itu juga mendorong masyarakat di Kabupaten Madiun untuk selalu berperilaku sehat.

“Melalu program KOTAKU maka lingkungan yang dimukimi warga benar-benar memenuhi kesehatan. Harapan kami dengan lingkungan yang sehat maka masyarakat juga akan melaksanakan hiudp sehat,” kata Suyadi saat meresmikan hasil program kegiatan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kamis (15/12/2022).

Suyadi mengatakan tahun ini program KOTAKU menyasar dua desa di Kecamatan Jiwan, yakni Desa Sambirejo dan Desa Kincang Wetan. Dana program itu bersumber dari APBD Kabupaten Madiun tahun 2022.

Di Desa Kincang Wetan, Program KOTAKU yang bersumber dari APBD Kabupaten Madiun tahun 2022 berupa pembangunan saluran air sepanjang 270 meter berlokasi di RT 13 RW 6.
Selain pembangunan saluran air, program KOTAKU juga melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) seperti di Desa Kincang Wetan dilakukan terhadap rumah milik Misran, Slamet, Simin, Gunirah dan Sutopo.

Sedangkan untuk tahap II, rehab RTLH dilaksanakan terhadap rumah Sukiran warga Desa Kincang Wetan, Sumadi warga Desa Wayut, Wiji Riono warga Desa Bibrik, Riman warga Desa Klagen Serut dan rumah milik Cikrak warga Desa Kwangsen, Kecamatan Jiwan. Masing-masing warga mendapatkan bantuan anggaran stimulan sebesar Rp 20 juta.

Lewat program ini, Suyadi mengharapkan masyarakat dapat membangun kebersamaan untuk bersama-sama hidup sehat. Tak hanya itu, kebersamaan itu dapat dilakukan secara berkesinambungan kedepan sehingga menjadi budaya di masyarakat Kabupaten Madiun.

Suyadi menuturkan lantaran keterbatasan anggaran program KOTAKU belum bisa menjangkau seluruh lingkungan  yang membutuhkan. Kendati demikian, program itu akan diprioritaskan bagi warga yang tak mampu sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Hasil identifikasi ada beberapa memang. Tetapi karena keterbatasan anggaran dan kemudian juga dengan adanya Covid-19 banyak yang tertunda. Kendati demikian wilaya-wilayah yang membutuhkan sentuhan akan tetap diusahakan mendapatkan bantuan tersebut.  Untuk itu kami akan usulkan melalui APBD Kabupaten Madiun ataupun Kementerian PUPR,” demikian Suyadi.

SERAHKAN BANTUAN– Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Ny Penta Lianawati Ahmad Dawami menyerahkan bantuan sembako kepada Sukiran, warga penerima program KOTAKU 2022 di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kamis (15/12/2022).

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Ny Penta Lianawati Ahmad Dawami menyatakan program KOTAKU membantu menekan angka stunting di Kabupaten Madiun.

Pasalnya lingkungan yang sehat dan bersih adalah kunci utama dalam bekerja dan berusaha agar pendapatan menjadi lancar. Dengan demikian, program KOTAKU dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menekan kasus stunting.

“Meskipun masuk dalam kategori ringan, kasus stunting tetap harus di pantau secara khusus,” kata Penta.

Sementara itu Sukiran, salah satu penerima bantuan program KOTAKU menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Madiun yang telah peduli terhadap warga tidak mampu untuk tinggal di rumah yang layak. Terlebih, warga tak mampu acapkali terkendala dana untuk membangun rumah yang layak huni.

“Kami sampaikan banyak terima kasih kepada Pemkab Madiun yang telah peduli dan membantu kami sehingga kami saat ini dapat tinggal di rumah yang layak,” ujar Sukiran yang tinggal dengan dua cucunya.

Pos terkait