Program Skrining TBC Santri Pondok Puskesmas Panekan

  • Whatsapp

Foto : Verifikasi Inovasi Puskesmas Tingkat Kabupaten Magetan Tahun 2021.

Beritatrends, Magetan – Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan kunjungan di Ponpes Miftahu Nurul Huda, Desa Turi, Panekan untuk melakukan verifikasi lomba inovasi puskesmas tingkat Kabupaten Magetan tahun 2021, Rabu (10/11/2021).

Gerakan Bersama Skrining Santri (Gemas Ning Ati) atau skrining penyakit TBC (Tuberkulosis) yang dilaksanakan oleh Pukesmas Panekan di Ponpes Miftahu Nurul Huda masuk dalam enam besar lomba inovasi puskesmas tingkat Kabupaten Magetan tahun 2021.

Enam besar pukesmas lomba inovasi Pukesmas tingkat kabupaten Magetan lainya adalah Puskesmas Gorang-gareng taji (Poskestren), Puskesmas Takeran (teknik bintang), Puskesmas Kawedanan (Lampu Bankjo), Puskesmas Tladan (Mbecak Lawu), Pukesmas Rejo Mulyo (Paseo RJM) dan Puskesmas Panekan (Gemas Nek Ati).

Inovasi Gerakan skrining terhadap santri Ponpes ini dimulai sejak tahun bulan Juli 2020, saat itu ditemukan permasalahan penyakit TBC, terdapat santri yang terkena TBC ektra paru-paru.

“Inovasi ini dilakukan sejak juli 2020, saat itu ditemukan anak yang mengalami TBC, setelah pemeriksaan lebih lanjut ternyata TBC ektra paru,” kata kepala Puskesmas Panekan, dr. Rochman Santoso, Rabu (10/11/2021).

Selanjutnya dilakukan skrining lagi pada Bulan Oktober dan November 2020 kepada seluruh santri Ponpes dan ditemukan 108 santri bergejala dan 84 anak diduga sakit TBC.

“Dengan kondisi seperti itu kami akhirnya pada awal tahun kemarin 2021 menyarankan untuk membentuk santri Husada. Santri Husada itu bertugas untuk melakukan skrining atau memeriksa teman santrinya, dan apabila ada satu dilaporkan ke puskesmas,” jelas Dr. Rochman Santoso.

Akhirnya kami membentuk Gemas Nek Ati yang merupakan gerakan skrining para santri, yang tujuannya tidak ada lagi TBC di Ponpes.

Puskesmas Panekan mengaktifkan atau memanfaatkan para kader santri untuk betul-betul melakukan skrining kepada teman santrinya.

“Skrining dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali oleh Puskesmas,” ungkapnya.

Ditambakan kepala Puskesmas Panekan, skrining juga dilakukan terhadap warga sekitar Ponpes.

“Para santri melakukan pelaporan skrining melalui buku saku dan juga online dengan memanfaatkan Google Form,” imbuhnya.

Harapan kami khususnya di Pondok ini sudah tidak lagi ada penyakit TBC dan harapan terbesar kami kegiatan yang sama juga di aplikasikan ke pondok pesantren yang lain.

“Pada wilayah kerja Puskesmas Panekan terdapat 5 Ponpes, saya harap semuanya bebas TBC,” tutup
dr. Rochman Santoso.

Sementara, salah satu santri Ponpes Miftahul Huda, Suhaeni Trianti mengatakan, kegiatan skrining selain bermanfaat juga dapat menambah wawasan parA santri tehadap kesehatan.

“Jelas pengetahuan santri akan TBC ini sangat menambah wawasan kita para santri, lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan, apalagi di pondok kami sudah positif satu orang TBC,” tutup Kepala Pukesmas Panekan.

Sebelumnya kami diberi pemaparan terkait pentingnya menjaga kesehatan dan bahayanya TBC Sangat luar biasa terhadap kesehatan.

Disebutkannya, Beberapa santri yang diduga terkena TBC akan dilakukan tes lebih lanjut dengan Rontgen sebanyak 42 orang.

“Agar lebih hasilnya lebih maksimal akan dilakukan rontgen dengan persetujuan wali santri,” ucap Suhaeni Trianti.

Harapannya, agar inovasi ini dapat dicontoh juga oleh Ponpes lain. Menurutnya banyak sekali penyakit yang mengarah pada penyakit TBC, apalagi pada saat ini banyak juga santri yang terkena ISPA dan penyakit saluran pernafasan.

“Semoga kedepannya bisa di aplikasikan kepada pondok lain, supaya santri terbebas dari penyakit TBC,” pungkasnya.

Pos terkait