RKPD 2023 Ponorogo : Pembangunan Infrastruktur Dasar, Pariwisata, dan Peningkatan Sarana Prasarana Layanan Kesehatan

Bupati Sugiri : Pemkab Dan DPRD Ponorogo Sepakati APBD 2023

Beritatrends, Ponorogo – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ponorogo tahun 2023 resmi disahkan. Pengesahan ini ditandai penandatanganan berita acara persetujuan dan nota kesepakatan bersama oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko dan pimpinan DPRD Ponorogo pada sidang paripurna di Gedung DPRD Ponorogo, Senin (21/11/2022).

Pada APBD 2023 disepakati bahwa pendapatan daerah pada tahun 2023 diproyeksikan sebesar Rp2.342.583.769.208. Sedangkan alokasi belanja direncanakan mencapai Rp2.555.679.933.274.

Dalam perencanaan dan penganggaran APBD 2023, terang Kang Bupati Sugiri Sancoko, Pemkab Ponorogo konsisten mengacu pada rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2023 dengan tema “pembangunan infrastruktur dasar, pariwisata, dan peningkatan sarana prasarana layanan kesehatan yang didukung penguatan kelembagaan masyarakat guna memperkuat ekonomi lokal”.

Untuk itu, Pemkab Ponorogo akan intens melakukan pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi khususnya pembangunan infrastruktur di bidang bina marga, pariwisata, pertanian/pangan, konektifitas, serta teknologi informasi & komunikasi.

Kemudian penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul, produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sistem kesehatan. Pemkab juga akan melakukan pemantapan efektivitas implementasi reformasi birokrasi dan penyederhanaan regulasi.

“Sebagai salah satu upaya konsisten antara dokumen perencanaan dan penganggaran, maka RAPBD 2023 sebagai lanjutan dokumen RKPD 2023,” terang Kang Bupati.

Lanjut Kang Bupati, dengan pengelolaan anggaran yang kuat dan efektif, Pemkab Ponorogo menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2023 mencapai 5,3 %, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di angka 72,4%, dan Nilai Tukar Petani (NTP) di angka 116,2.

Selain itu, Pemkab menargetkan bisa menekan tingkat pengangguran terbuka di angka 3,41%, angka kemiskinan di angka 9,74%, dan gili rasio di angka 0,4%.

“Semua kita pakai untuk kesejahteraan rakyat. Jangan sampai APBD tidak mendukung visi misi dan RPJMD, mudah-mudahan APBD yang tidak besar ini barokah,” tandasnya.

Pos terkait