Sabet Dua Penghargaan INODA 2026, RSUD dr. Sayidiman Magetan Sukses Ubah Air Limbah dan Bahan Daur Ulang Jadi Inovasi Bernilai Tinggi

Beritatrends, Magetan – RSUD dr. Sayidiman Magetan kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat daerah. Dua inovasi pelayanan kesehatan yang berfokus pada efisiensi anggaran, kelestarian lingkungan, dan keselamatan pasien berhasil menembus jajaran terbaik dalam ajang Lomba Inovasi Daerah (INODA) Award 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung dalam acara resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Surya Graha Magetan pada Senin, 17 Agustus 2026. Dalam ajang ini, inovasi bernama “Pare Rosita” sukses menyabet predikat Terbaik 3, sementara inovasi “Proksimil” berhasil menduduki posisi Terbaik 5.

Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Rochmat Santoso, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar piala seremoni. Penghargaan ini menjadi bahan bakar bagi seluruh manajemen rumah sakit untuk terus melahirkan terobosan yang manfaatnya dapat diukur langsung oleh masyarakat.

“Prinsipnya kami ingin terus berinovasi untuk masyarakat dan meningkatkan efisiensi rumah sakit,” ujar dr. Rochmat.

Siasat Cerdas ‘Pare Rosita’ Hemat Anggaran Puluhan Juta Inovasi Pare Rosita lahir dari kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Terobosan ini memanfaatkan kembali air reject sisa proses Reverse Osmosis (RO) yang digunakan pada layanan cuci darah (hemodialisis). Air yang biasanya langsung dibuang ke saluran limbah, kini dialihkan secara produktif untuk menyiram seluruh tanaman di area rumah sakit.

Meski terlihat sederhana, dampaknya terhadap efisiensi anggaran sangat signifikan. Lewat sistem ini, RSUD dr. Sayidiman mampu menyelamatkan sekitar 1.200 hingga 1.500 liter air bersih per hari. Langkah hijau ini berhasil memangkas biaya operasional rumah sakit hingga Rp34 juta per tahun.

“Daripada terbuang sia-sia, air tersebut kami manfaatkan kembali. Selain mengurangi pemborosan, inovasi ini juga memberikan efisiensi terhadap anggaran operasional,” jelas dr. Rochmat.

Baca Juga  Polres Blitar Kota Gelar Apel Sabuk Kamtibmas 2026, Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah

Proteksi Ibu Hamil Lewat ‘Proksimil’, Siap Dipatenkan ke HKI Jika Pare Rosita berbicara tentang efisiensi air, inovasi Proksimil berfokus penuh pada keselamatan pasien, khususnya perlindungan bagi ibu hamil yang harus menjalani pemeriksaan radiologi.

Proksimil merupakan apron pelindung radiasi pintar yang dibuat menggunakan material daur ulang. Berbeda dengan apron timbal konvensional yang cenderung berat dan kaku, Proksimil dirancang jauh lebih ringan dan nyaman dipakai. Terobosan ini memberikan proteksi maksimal dari paparan radiasi radiologi tanpa mengorbankan kenyamanan fisik pasien.

Manajemen RSUD dr. Sayidiman berkomitmen membawa inovasi ini ke tingkat yang lebih tinggi. Saat ini, rumah sakit tengah bersiap mendaftarkan Proksimil untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tujuannya agar alat pelindung ramah lingkungan ini bisa diproduksi secara massal dan diadopsi oleh berbagai fasilitas kesehatan lain di Indonesia.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai karya internal rumah sakit. Kalau sudah terdaftar dan dikembangkan, tentu peluang untuk dimanfaatkan fasilitas kesehatan lain akan semakin terbuka,” pungkah dr. Rochmat.

Keberhasilan RSUD dr. Sayidiman Magetan di panggung INODA Award 2026 membuktikan bahwa inovasi hebat tidak selalu membutuhkan teknologi yang mahal. Kreativitas dalam membaca persoalan sehari-hari terbukti mampu melahirkan solusi nyata yang berdampak besar bagi pelayanan publik, kelestarian bumi, dan efisiensi operasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *