Sarangan Akan di Perumdakan, Sangat Tidak Cocok Ini Alasan Sopandi

Sopandi mantan Anggota DPRD Magetan

Beritatrends, Magetan – Walaupun Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ingin melakukan peningkatan di Destinasi Wisata khususnya Wisata Telaga Sarangan menjadi sebuah badan usaha pariwisata.

Padahal Disparbud sudah melakukan upaya proses Feasibility Study dan sudah disampaikan ke Kemendagri namun masih ada beberapa dokumen sebagai pelengkap untuk disampaikan walaupun tahapannya masih lama.

Dan nanti juga diperlukan ijin dari Gubernur, harus disusun akademik, bentuk Perda, mekasisme lainnya sesuai dengan aturan yang berlaku harus dilengkapi.

Tanggapan dari mantan anggota DPRD yang akrab di sapa Mama Nisan setelah membaca pemberitaan tentang Disparbud akan memperumdakan Wisata Sarangan, pihaknya langsung berkomentar dengan logatnya langsung berkata kepentingan neh (kepentingan lagi)

“Seharusnya sebelum melakukan hal tersebut seharusnya para paguyuban, pelaku usaha dan PHRI diajak bicara dulu agar tidak ada kesimpang siuran,”tandas Mama Nisan.

Ditempat yang berbeda Mantan anggota DPRD Magetan yang juga termasuk sesepuh di Partai Golkar Sopandi mengatakan, kurang sependapat Mas, pertama obyek wisata yang dadi (jadi) miliki daerah sifatnya masal dan itu harus diselamatkan biar UMKM dapat bergerak dan mereka juga bagian dari stekholder wisata.

“Apalagi bicara Sarangan itu tempat wisata satu-satunya di dunia tidak ada yang seperti itu. Kondisi penguasaan satu tanah Pemda, Perhutani dan Masyarakat atau penduduk,”ucap Sopandi.

UMKM nya ada sekitar 2000 sampai dengan 3000, mereka bergantung di obyek Sarangan.

“La kalau bicara BUMD (Perusahaan) orientasinya sudah profit. Jadi bisa sampeyan (anda) bayangkan betapa sulit dan rumitnya dan tetapi nelongsonya si UMKM kalau di kelola oleh perusahaan,”imbuh Sopandi.

Sebenarnya banyak tehnis pengembangan wisata yang murah modal dengan bentuk peran serta masyarakat membangun suatu obyek yang berpendapatan.

Baca Juga  Jalan Menuju Desa Kuta Kepar Sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah Tersentuh Aspal

“Yang jelas banyak alasan tidak cocok kalau di BUMD atau BLUD kan,”pungkas Sopandi.

Pos terkait