Beritatrends,Magetan – Penampilan memukau Tiara Ramadhani, siswi perwakilan SMA Negeri 1 Maospati (SMANTI), sukses mencuri perhatian juri dan penonton dalam ajang Fashion Show Batik Bambu Magetan 2026. Berkat keanggunannya membawakan Batik Pring Sedapur khas Magetan, Tiara berhasil menyabet gelar Juara 3 dalam kompetisi bergengsi yang digelar di GOR Ki Mageti tersebut.
Tiara tampil percaya diri di atas catwalk mengenakan busana Batik Pring Sedapur dengan perpaduan warna hitam, kuning, dan merah yang elegan. Menariknya, busana yang ia kenakan memiliki cerita istimewa karena dirancang langsung oleh gurunya sendiri.
“Ini sangat berkesan. Saya sudah sering mengikuti fashion show batik, namun kali ini desainer busananya terasa sangat istimewa karena didesain oleh guru PKWU SMA Negeri 1 Maospati, yaitu Ibu Tutik Susilowati, S.Pd,” ungkap Tiara dengan bangga.
Menurut Tiara, mahakarya sang guru tidak hanya memiliki kombinasi warna yang berkelas, tetapi juga nyaman digunakan. “Pola busananya rapi, modern, dan tetap sopan saat dikenakan,” tambahnya.
Bagian dari Festival Bambu Magetan 2026
Ajang fashion show ini merupakan salah satu rangkaian dari Festival Bambu Magetan yang berlangsung meriah sejak 12 hingga 21 Juni 2026. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA, yang semuanya tampil kompetitif memamerkan busana berbahan dan bermotif bambu.
Panitia penyelenggara, Wowok, menjelaskan bahwa pemisahan kategori sengaja dilakukan agar penilaian berjalan adil dan proporsional.
“Kategori memang dipisah berdasarkan jenjang pendidikan. Jadi peserta TK tidak dicampur dengan SD maupun jenjang lainnya agar kompetisi berjalan lebih adil,” jelas Wowok.
Ia juga menambahkan bahwa selain perwakilan sekolah, panitia membuka kesempatan bagi peserta umum. Perlombaan ini memperebutkan Juara I, II, III; Juara Harapan I, II, III; serta penghargaan khusus The Best Costume.
Meski persaingan antarpeserta berlangsung sangat ketat, antusiasme penonton tidak surut. Dukungan penuh dari orang tua dan guru pendamping yang ikut mempersiapkan kostum membuat atmosfer GOR Ki Mageti semakin hidup. Selain menjadi wadah bakat generasi muda, festival ini sukses menjadi panggung besar untuk mengangkat potensi batik bambu sebagai identitas dan warisan budaya kebanggaan Kabupaten Magetan.





