Tekan Kasus Stunting, Disperdagkop UM Madiun Gelar Pasar Murah di 18 Desa

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan

Beritatrends, Madiun-Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menggelar pasar murah di 18 desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penjualan komoditi sembako berharga murah di pasar murah seperti beras, minyak, telur hingga gula ke desa-desa untuk menekan kasus stunting di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan menyatakan penjualan sembako murah di 18 desa peruntukkan warga yang memiliki anak stunting. Dengan demikian, kebutuhan gizi anak stunting tercukupi dengan hadirnya pasar murah.

“Jadi ada pasar sembako murah yang dialokasikan di 18 desa terdampak stunting di Kabupaten Madiun. Dengan pasar murah ini maka warga yang anaknya mengalami stunting dapat membeli kebutuhan makanan untuk pemenuhan gizi anak-anaknya,” ujar Indra, Senin (17/10/2022).

Untuk diketahui sekitar 3.700 anak balita di Kabupaten Madiun mengalami stunting. Jumlah anak balita yang stunting itu setara dengan 14,9% prevelensi kekerdilan.

PASAR MURAH—Warga Desa Bakur, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun mengantri membeli sembako murah yang digelar di Kantor Desa Bakur, Senin (10/10/2022).

Penjualan sembako murah untuk membantu menekan kasus stunting dan menekan laju inflasi setelah harga bahan bakar minyak naik.

Indra mengatakan Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun memberikan subsidi harga untuk seluruh komoditas sembako mulai Rp 3.000 hingga Rp 4.000 perkilogram atau perliternya.

Ia mencontohkan total minyak goreng Rp 10.500/liter, gula Rp 10.500/kg, beras per tiga kilogramdijual Rp 19.500. Selain itu telur dengan harga tiap kilogramnya Rp 19.000/kg, mie instan dijual setiap lima bungkus Rp 14.000.
“Kami juga menjual bawang merah setiap 1/2 kg dijual Rp 10.500 dan bawang putih per 1/2 kg dijual Rp 6.500,- / bungkus,” kata Indra.

Baca Juga  Peringatan Harkopnas Ke-76, Dinkopum Magetan Launching Klinik Koperasi

Indra menuturkan setiap pasar minyak goreng yang dijual mencapai 900 liter, gula sebanyak 900 kilogram, beras sebanyak 1.150 kilogram, 250 paket telur, 200 kupon mie instan, 115 bungkus bawang merah dan 115 bungkus bawang putih.

“Selain membantu menurunkan kasus stunting penjualan sembako murah juga untuk menekan laju inflasi. Apalagi setelah harga bahan bakar minyak naik harga bahan makanan cenderung naik,” ungkap Indra.

Sementara itu Kepala Desa Bakur, Marwanto yang dihubungi terpisah mengapresiasi kegiatan pasar murah yang digelar Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun.

Pasalnya, penjualan sembako murah membantu meningkatkan daya beli masyarakat dan dapat membantu menurunkan kasus stunting di desanya.

Pos terkait