Upaya Kewaspadaan Dini Bagi Pelajar dan Generasi Milenial di Magetan

Sosialisasi peningkatan kewaspadaan dini dan cegah dini bagi pelajar dan generasi milenial di Kabupaten Magetan.

Beritatrends, Magetan – Dalam rangka program pemantapan kewaspadaan nasional dan penanganan sosial, pemerintah kabupaten Magetan melalui Bakesbangpol Magetan mengelar acara sosialisasi peningkatan kewaspadaan dini dan cegah dini bagi pelajar dan generasi milenial di Kabupaten Magetan terhadap ATHG (Ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan).

Kegiatan tersebut digelar di ruang pertemuan Magetan Park jalan Pahlawan No.14 Magetan, 8-9 Desember 2021, dan diikuti oleh Perwakilan pelajar SMK sederajat, ormas pemuda, tokoh pemuda, dan tokoh agama di Wilayah Kabupaten Magetan.

Pada kegiatan, dibuka oleh Kepala Bakesbangpol Magetan Drs. Chanif Tri Wahyudi, Dalam arahannya, ia menyampaikan bagaimana manusia akan dikenalkan dengan berbagai hal baru, bukan hanya dari keluarga saja, namun dari lingkungan sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan lainya.

“Sehingga apa yang ia serap, apa yang ia tangkap tentu itulah yang akan ia bawa dalam mengarungi kehidupan selanjutnya,” ucapnya.

Chanif Tri Wahyudi mengatakan, Saat ini perubahan gaya hidup pelajar dan generasi milenial dipengaruhi Oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi, komunikasi informasi, komunikasi, soal media, dimana generasi muda sangatlah mudah mendapatkan akses informasi apapun dari manapun dengan sangat mudah dan cepat. Sehingga menjadi kekhwatiran dalam perubahan karakter dan tingkah laku.

“Generasi milenial akan memainkan peran penting dalam keberlangsungan berbangsa dan bernegara, yang memiliki relasi yang baik melalui sosial media,” kata Kepala Bakesbangpol Magetan.

Namun karena hidup di era seba otomatis, cenderung menginginkan sesuatu yang serba instan dan sangat mudah dipengaruhi oleh trend dan budaya.

“Mari kita manfaatkan waktu muda kita untuk hal yang bermanfaat. setiap tantangan pasti ada peluang, untuk itu kepada pelajar dan generasi muda Magetan, dengan segala kelebihan yang kalian miliki harus mampu menjadi agen perubahan dilingkungan masing-masing,” pungkas Chanif Tri Wahyudi.

Baca Juga  SMP Raden Rahmat dan SRPB Jatim Gelar MPLS tentang Kebencanaan

Dalam sosialisasi diberikan materi keluarga sadar hukum tentang penyalahgunaan narkoba oleh kasat resnarkoba Polres Magetan, AKP Dodik Wibowo SH.

Faktor penyalahgunaan narkoba diantaranya, ingin coba-coba, faktor lingkungan, kurang mempunyai bekal agama.

Sedangkan Agung Dwi Prabowo, Kasi Pendidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan, menyampaikan Materi tentang Kenakalan remaja dan penangananya.

Medsos dan internet menjadi trend manusia jaman now, maka itu gunakan dengan bijak. Selain itu gunakan waktu untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bermanfaat.

Dan terakhir, pokok materi kewaspadaan terhadap radikalisme pada kaum milenial oleh Mantan Pelaku Terorisme Choirul Ichwan, ia memberikan materi “dari kekerasan menuju perdamaian” yang menceritakan tentang pengalaman pribadi dirinya.

Bekas narapidana terorisme, Pernah terjerat di paham radikalisme. Ia merupakan ahli perakit senjata api dan bom, serta merekrut puluhan jamaah baru pada saat itu.

Ia juga pernah sempat mengkafirkan orang tuanya, dan memilih keluar dari rumah pada 2009. Hingga kematian ibunya menjadi titik balik untuk menjauhi jaringan terorisme tersebut.

Pos terkait