Viral Biaya Pungutan Di SMA Magetan, Bupati Suprawoto Angkat Bicara

Bupati Magetan Saat diwawanvarai oleh awak media di Gedung Listerasi

Beritatrends, Magetan – Viral diberitakan oleh banyak media terkait biaya pendidikan seharusnya murah atau malah gratis.

Penafsiran semacam ini mungkin bisa diterima oleh masyarakat. Terutama oleh orangtua apalagi yang mempunyai anak dan masih usia sekolah. Tetapi, penafsiran ini mulai dikatakan hanya sebuah pesan kosong saja. Karena terbukti pendidikan tidak ada yang murah atau malah gratis.

Tapi kenyataannya seperti yang terjadi di beberapa SMA di Kabupaten Magetan. Alih -alih mendapat pendidikan yang murah dalam situasi yang serba sulit, tapi saat ini justru muncul iuran-iuran dengan dalih sumbangan atau bantuan yang sudah disepakati oleh Komite dan orangtua yang malah memberatkan sebagian orangtua wali murid.

Ironisnya lagi, kondisi seperti itu didukung oleh lembaga-lembaga yang diatasnya dengan menggunakan dasar hukum tertentu agar semuanya menjadi sesuai aturan.

Akhirnya Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M, Si angkat bicara, Sekolah Tingkat Atas itu itukan di bawah kendali Provinsi Jawa Timur, memang biaya pendidikan itu mahal, memang kalau ditanggung oleh pemerintah untuk menjadikan sekolah Favorit atau sekolahan unggul agak berat rasanya tanpa dibantu oleh para pihak.

Apabila sekolah itu ingin maju tentunya kan ada yang namanya komite sekolah, biarkan komite sekolah yang membantu sekolahan tersebut, tentunya dengan segala keterbukaan, dan harus transparan di gunakan untuk apa ? berapa anggran yang dibutuhkan dan harus ada Rencana Anggaran Belanjanya (RAB) kemudian dirapatkan bersama wali murid terkait.

“Jika para wali murid setuju dan penarikan tidak boleh dipaksakan sesuai kemampuan dan pihak sekolah harus minggir tidak boleh ikut didalam rapat tersebut,”ungkap Bupati Suprawoto.

Saya ambilkan contoh membangun masjid, atau sodakoh di masjid setiap hari Jumat perolehannya diumumkan untuk ini dan itu, namun ada juga yang dirahasiakan yakni gaji marbod dan pengurus masjid tidak di sebutkan.

“Maka dari itu demi pendidikan dan pembangunan semangkin maju harus dibicarakan secara terbuka agar para wali murid paham akan kebutuhan sekolah tersebut,”pungkas Bupati Magetan.

Pos terkait