2 Tahun Terbelenggu, Napak Tilas Ngupatan Kran Dibuka Peserta Membeludak

Bupati Magetan saat memberangkatkan peserta napak tilas Ngupatan yang dikuti Fokopimda, OPD, Siswa SMP, SMS sederajat serta masyarakat umum

Beritatrends, Magetan -Beritatrends, Magetan – Rangkaian hari jadi Kabupaten Magetan yang jatuh pada tanggal 12 Oktober mendatang.

Tradisi Napak Tilas Ngupatan yang selalu digelar setiap rangkaian hari jadi Magetan, untuk mengingat sejarah Kabupaten Magetan di masa perjuangan, dimana dahulu pada jaman Penjajahan Belanda, Pusat pemerintahan Kabupaten Magetan berpindah ke Desa Ngunut untuk beberapa dekade.

Pemerintah Kabupaten Magetan terkait tradisi Napak Tilas Ngupatan juga ada kegiatan pembagian sembako bagi warga kurang mampu di Desa Ngunut Kecamatan Parang, Rabu (5/10/2022).

Sembako yang diberikan kepada warga berupa kebutuhan bahan Pokok yang biasa di gunakan Masyarakat sehari – hari.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si mengatakan, napak tilas tahun ini ada perpindahan yang jelas jumlah, jumlahnya yang beregu 181, perorangan ada 171, jumlah totalnya 2343 orang, artinya bahwa jumlah ini tentu berbeda dengan yang tahun kemarin, tahun kemarin memang saya batasi ini agak kita perlonggar, karena kita tahu bahwa kita perlu ada perlonggaran karena kita 2 tahun terbelenggu oleh covid, oleh sebab itu dengan cara ini salah satunya memberi ruang kepada seluruh elemen masyarakat baik itu sekolah maupun masyarakat umum untuk mengikuti gerak jalan ini, dan ini merupakan sebuah tradisi untuk mengenang pemerintah yang dulu pernah menyingkir disini.

Dulu ada klas, klas kedua itu Belanda menduduki Magetan otomatis pemerintahannya menyingkir ke Ngunut, kenapa ke Ngunut, karena Ngunut dulu jalan yang setapak, buktinya adalah ada Tatakan dari Menteri Kehakiman waktu itu Mester Sartono Tirtodirjo kalau tidak salah, waktu Jogja diduduki beliau pas posisi di Solo, kemudian lari menyingkir disini lewat Genilangit atasnya Genilangit Wonomulyo.

Baca Juga  Peringati Hari Sumpah Pemuda, Peserta Pelajar Pakai Baju Adat

Waktu itu Ngunut lewat sini Alhamdulillah menurut catatan beliau, beliau waktu itu juga menyingkir di Desa Ngunut di situ di jamu oleh masyarakat sini, diberi makanan yang secukupnya, karena masyarakat tahu bahwa ini pimpinan-pimpinan Republik, Alhamdulillah masyarakat Magetan antusias karena menurut catatan beliau ada tempat tertentu, tapi itu tidak terjadi di Magetan ini menunjukkan bahwa Magetan cintanya pada Republik luar biasa, dan itu ada sejarahnya.

“Jadi catatan Menteri pasti tidak bohong, nanti kalau tidak percaya saya kasih bukunya saya fotocopykan,”pungkas Bupati Magetan.

Pos terkait