Afrizal Sintong ,Tetap Ajak Partai Lain Berkoalisi di Pilkada Rohil 2024

Afrizal Sintong 

Beritatrends, Bagansiapiapi  – Meskipun partai Golkar sebagai pemenang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 dengan Raihan sebanyak 10 Kursi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Bupati Rohil Afrizal Sintong selaku ketua DPD II Rohil tetap mengajak partai lain untuk berkoalisi dalam menghadapi kontestasi pemilihan Bupati dan wakil bupati serentak tahun ini.

“Membangun negri yang kita cintai ini tidak bisa dengan hanya satu partai saja, oleh sebab itulah kami juga mengajak partai PKS dan partai lain untuk bersama-sama kedepannya membangun Rokan Hilir lebih baik lagi,” ungkap Afrizal Sintong saat mengembalikan formulir berkas bakal calon bupati di kantor DPD PKS Rohil, Senin (20/5/2024) malam di Bagansiapiapi.

Dikatakan Afrizal Sintong, Golkar 10 kursi ditambah PKS 5 kursi akan menjadi 15 kursi dan ditambah lagi dengan partai lain tentunya akan semakin kuat untuk memenangkan Pilkada serentak 2024 ini dan bisa bersama-sama melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan yang sedang berjalan saat ini.

“Namun itu semua tergantung keputusan partai lainnya, pada prinsipnya kami menerima dan mengikuti mekanisme yang ada di PKS, dan berharap bisa bersama di Pilkada ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Rohil Edison Jamil mengungkapkan sangat memberikan apresiasi kepada Bupati Rohil Afrizal Sintong yang datang langsung ke kantor DPD PKS untuk mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Rohil.

“Berkas yang kami terima akan kami tindaklanjuti dan kita verifikasi, selanjutnya akan kita serahkan kepada DPW dan DPP untuk memutuskan siapa yang akan diusung nantinya,” ujar Edison Jamil.

Diungkapkan Edison Jamil, saat ini DPD PKS Rohil sudah ada menerima sebanyak delapan orang bakal calon bupati dan wakil bupati yang telah mengembalikan formulir penjaringan di PKS.

Baca Juga  Ultah Gerindra Ke 16,Ketua DPC Gerindra Kab Optimis Menangkan Prabowo/Gibran Satu Putaran

“Kita akan tetap melakukan komunikasi politik nantinya, apakah nanti putusan harus duet dengan Golkar mengusung calon satu paket dengan kader PKS, semua itu tergantung chemistry nya nantik. Dan keputusan tetap berada di DPP,” ungkap nya.

Pos terkait