Doraemon dan Mickey Mouse di Ponorogo Diamankan Polisi, Kenapa?

  • Whatsapp

Doraemon dan Mickey Mouse saat diamankan petugas Polres Ponorogo.

Beritatrends, Ponorogo – ME (Warga Blitar) dan PA (Warga Tulung Agung) yang berdandan layaknya Doraemon dan Mickey Mouse yang meminta-minta uang kepada warga pengguna jalan umum di Jalan seputaran jembatan Jenes Ponorogo, dinilai meresahkan masyarakat.

ME dan PA juga dibantu oleh ADC (Warga Blitar) yang melakukan aksi manusia silver untuk meminta uang kepada penguna jalan.

Mereka diamankan anggota unit Tipiring Sat Samapta Polres Ponorogo setelah di laporkan warga.

“Setelah mendapat laporan dari warga masyarakat, unit tipiring sat samapta Polres Ponorogo langsung mendatangi lokasi dan mengamankan 3 orang tersebut, kemudian kami bawa ke Mako Polres Ponorogo untuk dimintai keterangan dan dilakukan Pembinaan,” kata Kasat Samapta Polres Ponorogo AKP Edy melalui
Aipda Muzakki Kanit Tipiring, Minggu (14/11/2021).

Masyarakat melaporkan hal tersebut dengan menghubungi call center Penjagaan Polres Ponorogo, melaporkan keberadaan manusia silver dan 2 badut yang sedang meminta minta uang kepada pengguna jalan umum di seputaran jembatan Jenes Ponorogo.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, ADC, ME dan PA menerangkan bahwa aksinya tersebut adalah kali ke 2 di Ponorogo, Dengan bermodalkan sepeda motor rentalan 3 orang tersebut bersama sama datang ke Ponorogo dan meminta minta uang di jalan umum seputaran jembatan paju Ponorogo dan merubah penampilan menjadi manusia Silver dan Badut.

“Usai melaksanakan aksinya menjadi manusia silver dan badut, mereka mendapatkan sejumlah uang. Kemudian mereka kembali Pulang ke Blitar dan Uang hasil dari meminta minta tersebut diberikan kepada keluarga yaitu istri dan anaknya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” jelas Muzakki.

Selesai dilakukan pemeriksaan, ADC, ME dan PA petugas dengan humanis memberikan pengarahan serta pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut karena sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan umum.

“Kami berikan pengarahan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya dan membuat surat pernyataan. Kemudian ketiga tiganya kami suruh Kembali pulang ke rumahnya di Blitar dan Tulung agung,” tutup Muzakki.

Pos terkait