Saat warga melintas jalan tersebut terjatuh
BeritaTrends, Magetan – Jalan penghubung yang menghubungkan Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, dengan Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, kini berubah menjadi ancaman nyawa bagi warga yang melintas. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas antarwilayah ini kondisinya rusak parah, berlubang besar, dan tak terawat, sehingga nyaris setiap hari memakan korban kecelakaan.
Rahmat, warga Dukuh Danyang, Desa Selotinatah, merasakan langsung betapa mencekamnya melewati jalur tersebut. Saat hendak menuju Dukuh Keron, Desa Plangkrongan, ia harus berjuang keras mengendalikan sepeda motornya menghindari lubang-lubang menganga di badan jalan. Namun, kelelahan dan kondisi jalan yang sangat burak membuat keseimbangannya goyah. Di dekat sebuah masjid, ia pun terjatuh.
“Saya sebenarnya sudah berusaha hati-hati, tapi lubang di mana-mana, aspal hilang tak berbekas. Untungnya saya hanya keseleo dan lecet sedikit saat menahan motor, kalau tidak bisa fatal akibatnya. Padahal jalan ini sudah rusak parah sejak lama, tapi rasanya tak ada yang peduli,” ungkap Rahmat dengan nada kecewa.
Kisah Rahmat hanyalah satu dari sekian banyak tragedi yang terulang terus-menerus. Purnomo, warga Desa Plangkrongan yang kebetulan berada di lokasi kejadian saat Rahmat terjatuh, mengaku sudah sangat muak melihat kondisi ini. Menurut pengamatannya, kecelakaan di jalur ini sudah terjadi puluhan kali.
“Kalau dihitung-hitung, ini sudah kejadian ke-50 kalinya lebih. Sudah bolak-balik kami melapor ke Kepala Desa, meminta perhatian, tapi jawabannya selalu sama: ‘sedang diusulkan’ atau ‘bukan kewenangan desa’. Hingga sekarang, tak ada perbaikan sedikitpun dari pemerintah desa maupun dinas terkait di tingkat kabupaten,” tegas Purnomo.
Padahal, jalan ini adalah jalur terpendek dan tercepat yang sering digunakan warga dua kecamatan tersebut. Kerusakan parah ini memaksa warga mengambil jalan memutar yang lebih jauh dan boros biaya, atau mempertaruhkan nyawa demi efisiensi waktu.
Yang lebih menyakitkan hati warga, wilayah ini sebetulnya memiliki wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ada nama Pak Nahar dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Pak Sopiyan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mewakili suara masyarakat di daerah pemilihan tersebut. Namun, keberadaan mereka seolah tak terasa manfaatnya.
“Kami bertanya-tanya, ke mana perhatian para wakil rakyat kami itu? Apakah saat masa Reses, usulan kami tak ada yang mendengar? Atau mungkin saat reses hanya orang-orang tertentu saja yang diundang, sehingga keluhan soal jalan rusak ini tak pernah masuk dalam daftar prioritas? Kami butuh perjuangan, bukan sekadar janji saat pemilu saja,” sindir Purnomo.
Atas derita yang tak berkesudahan ini, warga pun akhirnya berharap langsung ke Pemerintah Kabupaten Magetan. Melalui Purnomo, warga Desa Plangkrongan dan Selotinatah menyampaikan permohonan terbuka kepada Bupati Magetan, Bunda Nanik Sumantri, untuk turun langsung meninjau lokasi.
“Kami mohon Ibu Bupati berkenan melihat sendiri kenyataan pahit ini. Jangan sampai ada nyawa melayang baru ada tindakan. Anggaran pembangunan ada, wakil rakyat ada, dinas teknis ada, tapi kenapa jalan penghubung ini dibiarkan menjadi pembunuh senyap? Kami tunggu bukti nyata, bukan sekadar janji manis di atas kertas,” pungkas Purnomo mewakili jeritan hati ribuan warga yang tertimpa musibah jalan rusak ini.





