Katemi Ibu Hebat di Usia Renta Tetap Mengumpulkan Pundi-Pundi Rupiah Membantu Suami

Katemi Ibu Hebat bersama sahabatnya saat menggendong bambu menuju pulang ke Dukuh Jamprang

Beritatrends, Magetan – Usia renta bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif. Seperti halnya dengan Katemi, wanita usia 61 tahun, yang masih semangat untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Setiap harinya, Katemi bekerja sebagai pembuat topi capil berbahan dasar bambu. Usia yang tak lagi muda membuatnya musti bekerja keras untuk kulakan bahan dasar, berangkat dari rumah Dukuh Jamprang Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo mulai pukul 04.00 WIB dan kembali dari Pasar pukul 06.00 WIB dengan berjalan kaki terlebih bambunya dibawa dengan cara digendong.

“Untuk pembelian bambu bahan dasar capil sebanyak 4 puk bambu harganya Rp. 20.000,- kemudian dipotong agar membawanya mudah menjadi 8 potongan, ” tambahnya.

Lebih lanjut, setelah bahan siap, ia juga harus menganyam bambu tersebut sebelum menjadi topi capil. Untuk anyaman setengah jadi, biasanya Katemi menjual dengan harga kisaran harga Rp7.500,- hingga Rp15.000,-. Sedangkan untuk topi capil yang siap pakai dibanderol dengan harga Rp30.000,- hingga Rp50.000,-.

“Tergantung anyamannya bagus atau tidak. Sama tergantung ukurannya ada yang lebar 26 cm dan 30 cm,” jelasnya.

Tentu hal tersebut tak semudah yang dibayangkan. Untuk menjadikan topi capil, Katemi harus rela membagi waktunya di antara sela-sela kegiatan lain seperti bertani, mencari rumput, mengurus rumah tangga, dan sebagainya. Sehingga hasil yang diperoleh pun juga tidak menentu.

“Kalau tidak disambi, mulai jam 07.00 – 19.00 bisa jadi 9 bahan. Akan tetapi kalau disambi cuma jadi 5,” ungkapnya.

Di Pasar Sumberagung, Plaosan, menjadi saksi bisu perjuangan Katemi. Disanalah tempat ia menawarkan barang dagangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari. Untuk menuju ke pasar, ia musti berjalan kaki dari Desa Selotinatah, Ngariboyo. Sehingga semangatnya pun tak perlu diragukan lagi. Luar biasa!

Pos terkait