Komitmen Turunkan AKI AKB dan Stunting, Bidan Magetan Launching ‘BIMA SAKTI’ di HUT IBI Ke-72

Bidan Magetan Launching ‘BIMA SAKTI’ di HUT IBI Ke-72

Beritatrends, Magetan – Diketahui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 72 tahun mengusung tema “Satukan langkah dalam transformasi kesehatan untuk penguatan pelayanan kebidanan berkesinambungan berbasis bukti ‘together again, from evidence to reality’”.

Sejalan dengan hal tersebut, IBI Cabang Magetan melaunching gerakan BIMA SAKTI atau Bidan Magetan Siap Turunkan Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting, bersamaan dengan puncak acara peringatan HUT di Gedung PGRI Magetan, Selasa (27/06/2023).

Ketua IBI Cabang Magetan Nurul Farida mengatakan, sebenarnya gerakan ini telah dilakukan setiap harinya, hanya saja dalam pelaksanaanya lebih inovatif.

“Sebetulnya bukan hal yang baru karena setiap hari sudah dilaksanakan, tetapi gerakan ini lebih ditekankan pada kegiatan inovatif yang bisa diimplementasikan teman-teman di ranting lain karena terbukti mudah dan murah tetapi punya daya ungkit menurukan AKI AKB dan Stunting,” terangnya.

Ia menyebut, beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh bidan di Magetan mencakup pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak seperti pemeriksaan IVA, kampanye sayang ibu hamil bersama Dinas Kesehatan, kampanye Jekmil, aksi cegah stunting, pelatihan dan workshop kerja sama antar profesi, dan masih banyak lagi.

Bupati Magetan Suprawoto yang turut hadir untuk melaunching BIMA SAKTI memberikan apresiasi luar biasa kepada para bidan di Magetan.

Menurutnya, ini merupakan langkah yang tepat untuk dapat memajukan Magetan menjadi kolam yang besar melalui hulunya, yakni dengan pengembangan SDM.

Selain itu, juga untuk menjawab masalah bahwa menurut survei, 30% perempuan di Magetan terkena anemia dan 70% terjadi kehamilan pada tahun pertama perkawinan, dimana anemia tersebut berpotensi melahirkan anak stunting.

Baca Juga  Tindak Lanjuti Arahan Presiden RI, Kapoldasu: Bombardir Sumut dengan Vaksinasi

“Terima kasih kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di Magetan atas upaya penurunan angka stunting karena ini tidak bisa instan. Magetan pada tahun 2020 berada di angka 21%, 2021 17%, dan di tahun 2022 turun lagi menjadi 14%,” ujar Bupati.

Pos terkait