Legislatif Respon Keluhan Warga Terkait Uji Coba One Way

Beritatrends, Ponorogo – Legislatif dari DPRD Ponorogo menggelar rapat dengar pendapat (hearing) untuk mendengarkan keluhan warga terkait pemberlakuan uji coba jalan satu arah (one way) di Kabupaten Ponorogo, Senin (26/2/2024) Sejumlah instansi terkait turut hadir dalam rapat tersebut.

Salah satu perwakilan warga terdampak, Aji Prabowo, menyampaikan permintaan agar pemberlakuan one way dibatalkan dan dua jalur baru dibuat, serta median jalan dibangun kembali. Pemilik toko-toko melaporkan penurunan pendapatan hingga 50%, menyoroti dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan.

Aji, pemilik Toko Telaga Emas Musik, mengungkapkan, “Penurunan pendapatan hingga 50% terjadi, ini keluhan dari pelaku usaha yang terdampak pemberlakuan one way.”

Keluhan lainnya mencakup ketidaknyamanan karena kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, serta penumpukan kendaraan di jalan-jalan kecil seperti di Jalan Argopuro yang sebelumnya tidak pernah mengalami kemacetan.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto, menjelaskan bahwa lembaga tersebut akan menyampaikan keluhan ini kepada pengambil kebijakan (Bupati). Meskipun keputusan akhir berada di tangan eksekutif, legislatif telah berperan menyampaikan masalah ini, mencakup dampak sosial dan ekonomi pada warga.

Sunarto menekankan bahwa ini bukan upaya politisasi masalah. “Kita harus obyektif, bahwa tuntutan masyarakat ini nyata. Apakah one way ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, harus dikaji dengan betul,” ungkapnya.

Legislatif juga melakukan pemantauan langsung terhadap pedagang di beberapa jalan terkena dampak. “Saya pastikan memang omzet pedagang turun,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa pemberlakuan one way seharusnya melalui kajian akademik, bukan hanya berdasarkan rasa dan keinginan semata. “Kita menerima keluhan masyarakat agar one way tidak diperluas seperti itu,” tandasnya, menegaskan bahwa ini untuk kepentingan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Ketua Pengprov KBI Sumut Siapkan Bonus 100 Juta

Pos terkait