SERAHKAN–Plt Wali Kota, F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forkopimda menyerahkan gunungan kepada satu dari empat dalang muda yang tampil pada pagelaran wayang kulit untuk memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun di Panggung Aspirasi di depan Gedung DPRD Kota Madiun, Minggu (28/6/2026) malam.
Madiun, BerotaTrends.co.id – Pemerintah Kota Madiun mempersembahkan pagelaran wayang kulit di Panggung Aspirasi depan DPRD Kota Madiun, Minggu (28/6/2026) malam. Kegiatan yang bertujuan memperkuat komitmen dalam pelestarian budaya lokal itu merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun menyatakan kegiatan pagelaran wayang kulit sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah mendukung kegiatan seni budaya. Selain itu kegiatan pagelaran wayang kulit untuk mewujudkan pembangunan kota wisata berbasis budaya.
“Kami saat ini serius mengembangkan kegiatan-kegiatan lokal, salah satunya seni budaya. Untuk itu pada tahun 2027 di setiap kelurahan akan banyak kegiatan budaya karena anggarannya sudah kami siapkan,” ujar Bagus.

TONTON-Ribuan warga menonton pagelaran wayang kulit untuk memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun di Panggung Aspirasi di depan Gedung DPRD Kota Madiun, Minggu (28/6/2026) malam.
Acara pagelaran budaya dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas.
Selain menjadi hiburan masyarakat, pagelaran wayang kulit itu juga menampilkan 18 dalang cilik dan kelompok karawitan tingkat SD hingga SMP se-Kota Madiun binaan
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun.
Selanjutnya, puncak pagelaran menampilkan empat dalang muda berprestasi asal Kota Madiun, yakni Danang Danardono, Muhammad Satria Putra Widono Vanda, Nabil Ekri Rasfadila Erlambang, dan Aditya Krisna. Mereka dmembawakan lakon Gatotkaca Prawirayuda.
Sebagai simbol dimulainya pagelaran, Plt Wali Kota, F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forkopimda menyerahkan gunungan kepada empat dalang muda yang tampil di panggung aspirasi
Bagus mengatakan kedepan panggung aspirasi akan disiapkan lebih optimal sebagai ruang pertunjukan budaya, khususnya untuk wilayah Kecamatan Taman, sekaligus bisa dimanfaatkan kecamatan lain.
Bagi Bagus, seni budaya berperan penting dalam menopang sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, terutama di tingkat kelurahan.Untuk itu, ia mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam pelestarian budaya tradisional, terutama seni pedalangan dan karawitan.
“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga budaya Madiun,” kata Bagus.
Menurur Bagus, budaya merupakan identitas daerah yang tidak akan tergeser oleh perkembangan ekonomi kreatif. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk mendukung pembangunan Kota Madiun sebagai kota wisata.
Ia mengatakan khadiran dalang cilik, sinden cilik, serta pelajar yang terlibat dalam pagelaran menjadi harapan baru bagi keberlangsungan warisan budaya tersebut.
“Pemerintah Kota Madiun siap mendukung dan memfasilitasi para pelaku seni budaya agar terus berkarya dan melahirkan generasi penerus,” jelas Bagus.
Ia pun mengajak para seniman aktif menyampaikan gagasan dan program melalui pemerintah kelurahan. Dengan demikian gagasan itu dapat difasilitasi dalam berbagai kegiatan budaya. (MAL)





