Membuka Tabungan Pangan Negara! Siswa SMKN 3 Madiun Belajar Langsung di Gudang Bulog Magetan   

Beritatrends,Magetan – Gudang Bulog Gulun di Magetan tampak berbeda pada Rabu pagi (22/4/2026). Suasana biasanya yang didominasi oleh tumpukan karung beras dan aktivitas logistik, kali ini dipenuhi oleh semangat dan antusiasme puluhan pelajar.

Bulog Cabang Ponorogo Jawa Timur resmi menggelar kegiatan Literasi Pangan dengan menerima kunjungan edukatif dari SMK Negeri 3 Kota Madiun. Sebanyak 40 siswa-siswi beserta pendamping hadir langsung untuk melihat secara dekat bagaimana sistem pengelolaan pangan strategis di Indonesia bekerja.

Kegiatan kolaborasi ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya nyata untuk mengenalkan dunia logistik dan ketahanan pangan sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

Pemerintah Serius Lindungi Petani & Konsumen

Budiwan Susanto, selaku Kepala Cabang Bulog Ponorogo Jawa Timur, menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini. Dalam paparannya, ia menekankan betapa besar perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Bulog menjadi jembatan penting agar petani tidak dirugikan dan masyarakat bisa mendapatkan pangan yang terjamin.

“Kami ingin memperlihatkan kepada adik-adik siswa bahwa pemerintah sangat mensupport dunia pertanian. Salah satu bukti nyatanya, kami menyerap gabah dari petani dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram. Ini bentuk perlindungan kami,” jelas Budiwan dengan tegas di hadapan para siswa.

Belajar dari Awal sampai Akhir: Gabah Masuk, Beras Keluar

Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah metode belajarnya yang praktik langsung. Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan, tapi diajak berkeliling melihat setiap proses yang terjadi di gudang.

Mereka diajak memahami alur lengkap, mulai dari bagaimana gabah diterima dari petani, proses pengeringan, penyortiran kualitas, hingga proses penggilingan yang mengubah gabah menjadi beras putih yang siap konsumsi.

Baca Juga  Polsek Sukorejo Gelar Ngopi Bareng Bersama Perguruan Pencak Silat

“Hari ini kami ajak mereka terjun langsung. Mereka bisa melihat dan memahami bagaimana prosesnya dari awal panen, masuk ke gudang, diolah, hingga akhirnya menjadi beras berkualitas baik yang siap didistribusikan. Jadi ilmunya didapat secara utuh,” tambahnya.

Stok Aman Melimpah, Gudang Sampai Penuh

Salah satu informasi penting yang disampaikan adalah kondisi ketersediaan pangan saat ini. Budiwan menegaskan bahwa kondisi stok beras di pengelolaan Bulog sangat aman dan jauh dari kata kurang.

“Stok di Bulog itu sangat banyak, secara nasional mencapai hampir 5 juta ton lebih. Khusus di Gudang Gulun Magetan ini pun kapasitasnya sudah hampir penuh. Bahkan karena banyaknya stok, kami sampai harus menyewa gudang tambahan di luar lokasi ini untuk menampungnya,” ungkapnya.

Hal ini tentu memberikan ketenangan hati bahwa pasokan pangan untuk masyarakat dalam kondisi sangat terjaga dengan baik.

Kegiatan Perdana yang Sukses

Kegiatan literasi pangan ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan oleh Bulog Cabang Ponorogo. Respons yang diberikan oleh para siswa SMKN 3 Madiun pun sangat positif. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal sampai akhir.

Melihat kesuksesan kegiatan ini, Bulog Cabang Ponorogo menyatakan pintunya selalu terbuka.

“Kami sangat senang kegiatan ini berjalan lancar. Kami membuka diri sepenuhnya. Jika nanti ada sekolah lain yang ingin datang belajar atau studi banding, kami siap menerima dengan senang hati. Ini adalah cara terbaik untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan pangan sejak usia muda,” tutup Budiwan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *