Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Magetan Terhadap Rancangan PDPAPBD Kabupaten Magetan TA 2021

  • Whatsapp

Rapat Paripurna DPRD Terkait Rancangan PDPAPBD Kabupaten Magetan

Beritatrends, Magetan – Ditengah keprihatinan bersama dalam rangka berperang melawan pandemi covid-19, rapat paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2021.

Bulan September merupakan bulan bersejarah bagi Bangsa Indonesia, kita tahu bahwa tanggal 30 September 1965 telah terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dan mengganti Ideologi Pancasila menjadi Ideologi Komunis. Tidak sedikit para tokoh bangsa, para pahlawan yang gugur atas kekejaman pemberontakan Gerakan 30 September 1965. maka besok pada hari kamis 30 September bersama kita kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang, untuk mengenang dan menghormati para pahlawan yang telah gugur pada peristiwa itu.

Bangsa Indonesia patut berterima kasih kepada para pahlawan saat itu, sehari setelah pemberontakan G30S PKI, bangsa Indonesia bangkit melakukan perlawanan penumpasan para penghianat bangsa untuk mempertahankan ideologi Pancasila. maka dari peristiwa sejarah tersebut disetiap tanggal 1 Oktober melalui keputusan Presiden nomor 153 tahun 1967 diperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan ditandainya pengibaran bendera merah putih satu tiang penuh.

Semoga peristiwa bersejarah bagi Bangsa Indonesia mengingatkan kita tentang perjalanan sejarah dalam mempertahankan Ideologi Negara dan perjuangan panjang tersebut perlu diingat oleh setiap generasi agar dapat dijadikan cermin dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam Paripuna kali ini seluruh anggota sepakat untuk pembacaan pandangan umum hanya satu fraksi yakni Fraksi Demokrat dan selanjutnya penyerahan berkas pandeangan umum dari fraksi lainya.

Inti dari Pandangan umum Fraksi Demokrat yakni menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada saudara bupati dan wakil bupati yang telah menyusun dan menyelesaikan salah satu tugas konstitusionalnya selaku kepala daerah yakni menyampaikan nota keuangan tentang rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2021.

Kondisi umum pada perubahan anggaran di kabupaten Magetan yang telah disampaikan oleh saudara Bupati magetan, bahwa Kabupaten Magetan dalam hal anggaran pendapatan daerah, pada perubahan APBD Tahun 2021, komponen terbesar di dominasi oleh Pendapatan Transfer yaitu sebesar 83,84% dari total pendapatan daerah, sedangkan untuk pendapatan asli daerah sebesar 12,60% dan lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar 3,56%. Hal ini menandakan bahwa Pemerintah Kabupaten Magetan masih tergantung pendanaan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. Meskipun pendanaan masih tergantung dari pemerintah Pusat dan Provinsi, DPRD mendukung atas Usaha Saudara Bupati Magetan untuk terus berupaya meningkatkan penerimaan pendapatan dari segala sisi terutama pada pendapatan asli daerah.

Menurut Ketua DPRD Magetan Sujatno SE. MM mengatakan, tahapan-tahapan yang harus dilakukan tahapan-tahapan yang harus dilalui, sehingga nanti setelah pandangan umum ini, Jawaban Bupati atas Pandangan Umum fraksi fraksi

Jadi ditahapan kemarin penyampaian peraturan daerah tentang APBD perubahan, sehingga DPRD bersama-sama dengan eksekutif akan segera melakukan pembahasan rancangan peraturan daerah tersebut pandangan umum fraksi tersebut. Sehingga nanti diputuskan menjadi Perda Tahun 2021, ini yang harus dilakukan, dengan target 30 September 2021 harus sudah selesai diputuskan.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si menjelaskan terkait pandangan umum Fraksi Demokrat tentang Pajak dan Restribusi, pajeknya begini di tengah pandemi Ya wajar kalau ekonomi surut, biasanya dari pajak restoran otomatis akan berkurang ekonominya kemudian turun pertumbuhannya itu otomasi secara korelasi itu pasti turun.

Itu logikanya seperti itu dan dan itu wajar terjadi. Dimana pun pihkanya yakin seperti itu. Nasional juga seperti itu sehingga dana transfer akan turun pasti itu karena ekonominya enggak gerak akan turun.

Nanti pihaknya segera membelanjakan, Pemerintah itukan main disiskal, jadi jangan sampai ditaruh dibawah bantal, artinya belanja hingga ditetapkan, sehingga dianggaran perubahan ini yang waktunya pendek segera dibelanjakan. Sehingga kalau uang beredar di masyarakat, Masyarakat akan gerak ekonomi akan berputar.

Pos terkait