Pembelajaran SDN Unggulan Magetan Gunakan Kurikulum Nasional  

Kurikulum Nasional Siapkan tiga opsi, Namun SDN Unggulan Magetan ada tambahannya sedang belajar di Arpus

Beritatrends, Magetan – Berdasarkan riset yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pandemi Covid-19 telah menimbulkan kehilangan pembelajaran literasi dan numerasi yang signifikan.
Kemendikbudristek kemudian menyusun Kurikulum Prototipe sebagai bagian dari kurikulum nasional untuk mendorong pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 selama 2 tahun lamanya.
Mulai tahun 2022 ini, kurikulum nasional memiliki tiga opsi kurikulum yang bisa dipilih oleh satuan pendidikan untuk pemulihan pembelajaran di masa pandemi Covid-19, yaitu Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat (Kurikulum 2013 yang disederhanakan), dan Kurikulum Prototipe.

Heny Farida S,Pd., M.Pd kepala sekolah SDN Unggulan mengatakan, SDN unggulan Magetan itu menggunakan kurikulum nasional, tetapi ada tambahan pengembangan kurikulum itu sendiri, terutama yaitu di mata pelajaran Matematika, Inggris dan sains, yang jelas membedakan dengan sekolah yang lainnya.”Sekolah SD Unggulan Magetan punya kegiatan yaitu literasi yang dikaitkan dengan program Adiwiyata sekolah, di singkat dengan Sedulur Magetan (sekolah dasar SDN Unggulan) Magetan berbudaya lingkungan dan literasi,”jelas Heny.

Alhamdulillah SDN Unggulan Magetan sudah masuk dalam Adiwiyata provinsi, untuk presentasi Alhamdulillah sekolah SD Unggulan Magetan banyak baik dari bidang akademik maupun non akademik.

“Prestasi anak-anak misalkan bidang akademik mulai dari alumni yang pertama itu mendapat peraih nilai ujian nasional tertinggi se-kabupaten Magetan, untuk di bidan non akademik pernah sampai di tingkat provinsi untuk olimpiade sains juga pencak silat,”paparnya.

Dan masih banyak untuk bidang-bidang lain prestasi di sekolah unggulan ini.

Masuk di SDN Unggulan Magetan tidak ada persyaratan apa pun, sekolah negeri sama dengan sekolah-sekolah yang lain, tidak boleh ada seleksi, karena tugas kami memang memberikan pelajaran kepada putra-putri calon penerus.

“Anak-anak kami juga sudah mencetak atau menghasilkan karya berupa buku yaitu yang di singkat dengan nama KPK (karya Pertama Kami) yang sudah pernah di launching oleh Bapak Bupati kita Bapak Suprawoto,”pungkas Hany.

Pos terkait