PGRI Magetan Gelar Seminar Nasional Bertajuk “Stop Bad Words & Bullying”

Gelar Seminar Nasional Bertajuk “Stop Bad Words & Bullying” dihadiri peserta sejumlah 3250 dari seluruh guru se-Kabupaten Magetan

Beritatrends, Magetan – Maraknya kasus bullying yang terjadi di Indonesia, khususnya terhadap anak, tentunya menjadi perhatian semua pihak saat ini. Untuk itu, masih dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-77 PGRI dan Hari Guru Nasional, PGRI Magetan menggelar seminar nasional bertajuk “Stop Bad Words & Bullying”. Acara tersebut digelar di Gor Ki Mageti, Rabu (30/11/2022).

Dengan dihadiri peserta sejumlah 3250 dari seluruh guru se-Kabupaten Magetan, seminar ini mendatangkan narasumber, yakni Syahnaz Haque, aktris sekaligus praktisi parenting. Ia hadir membawakan materi seputar apa itu bullying, tips dan cara mengatasi, serta tindakan pencegahannya.

Selain itu, juga menghadirkan Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Rudi Hidajanto, S.H. Dalam kesempatan ini, AKP Rudi membawakan materi tentang kasus bullying apabila dilihat dari aspek hukum.

Masih di tempat yang sama, hadir Bupati Magetan, Suprawoto, yang sangat mengapresisasi terselenggaranya seminar nasional tersebut. “Seminar ini menurut saya bagus ya, yang membahas tentang ujaran kebencian dan bullying. Karna anak-anak kita ini kalau tidak ditransformasikan nilai kan bahaya juga, dianggap bahwa itu hal yg biasa, nah untuk itu guru itu perlu diberikan trik. Dan narasumbernya sangat kompeten, Syahnas. Kita tahu kapasitasnya beliau, sehingga saya percaya bahwa nanti akan mendapatkan ilmu yang bagus,” ujar Bupati.

Dalam sambutannya, Bupati menitipkan anak-anak Magetan agar dididik menjadi pribadi yang jujur. “Karena anak-anak itu meniru tentang kehidupan. Seperti puisi oleh Dorothy Law Nolte bahwa anak belajar dari kehidupannya. Dapat dijadikan referensi kita sebagai pendidik,” pesan Bupati.

Selain itu, Bupati juga berpesan untuk tidak memandang rendah terhadap suatu profesi. “Jangan menyepelekan suatu profesi tertentu, dan anak harus dididik sesuai passion dan kemampuan mereka, karena anak punya passion sendiri-sendiri. Profesi apapun apabila ditekuni tentunya akan membawakan harapan yang luar biasa,” terangnya.

Pos terkait