PT AVC Nusa Dua Bali Diduga Tipu Member, Budi: Saya Bayar (Deposito) Pakai Duit bukan Daun, Kayak Film Aja ada Fiktif Belakanya

Beritatrends, Asahan – Bisnis reservasi/order (pemesanan) kamar Hotel yang dikelola grup perseroan Accor Vacation Club (AVC) dinilai merugikan sebagian anggotanya dan terkesan melakukan tindak penipuan.

Hal itu seperti disampaikan salah satu anggota AVC, Budi Utomo Wijaya (56) warga jalan S. M. Raja 142, Lingkungan VII, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara kepada awak media ini, Sabtu (29/01/2022) lalu, di kediamannya.

Pria yang akrab disapa Budi itu tergabung sebagai anggota biasa AVC, Perusahaan yang beralamat di Gallery Building Novotel Nusa Dua Hotel and Residences, Bali dan telah beroperasi sejak Juni 2018 tersebut merasa tertipu oleh bisnis reservasi kamar Hotel yang dikelola AVC. Budi mengaku, selain merasa tertipu oleh manajemen bisnis sewa hotel tersebut, ia juga dirugikan dengan ribetnya sistem di PT itu.

Awalnya dia mau bergabung dan membayar uang deposito sejumlah Rp 175.000.000,- (seratus tujuh puluh lima juta rupiah). hal tersebut sudah berlangsung selama 19 tahun karena diming-imingi dan atau dijanjikan akan mendapatkan kemudahan serta harga murah ketika menginap di hotel-hotel (member) AVC tersebut.

Selanjutnya, Budi juga dikenakan biaya Rp 9.210.000/tahun untuk mendapatkan 5.000 poin. Namun betapa kagetnya Budi ketika akan reservasi, ternyata harga kamar hotel yang bisa ditukar melalui poin keanggotaan tersebut lebih mahal dibandingkan dengan harga di travel lainnya seperti traveloka.com, tiket.com, booking.com, agoda.com dan lain sebagainya.

Budi mencontohkan, misalnya harga kamar Hotel yang ditarif Rp. 700.000,-/kamar, saya bahkan harus membayar dengan 380 point AVC (1 point AVC senilai Rp. 3.684,-), berarti harga kamar versi AVC senilai 1,4 juta, ditambah lagi beban uang administrasi Rp. 195.000,-, aneh kan, ketus Budi.

Baca Juga  Polisi di Mojokerto Amankan 1.500.000 Butir Pil Koplo Dan Meringkus Pelakunya

Saya sudah komplain ke AVC tapi tanggapannya mengecewakan dan sekedar akan di follow up tanpa menyelesaikan masalah. Jadi buat apa join di Accor Vacation Club Platinum 5 jika pesan Hotel lebih mudah dan lebih murah di situs web online dan travel agent, jelas Budi.

Budi berharap kepada aparat penegak hukum (APH) agar menindak dugaan praktik penipuan berkedok deposito (tarik dana) diawal tersebut. Selain itu, Budi juga berharap kepada aparat di pemerintahan atau dalam hal ini, Dinas Perijinan dan Penanaman Modal (DPPM) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau Mall Pelayanan Publik (MAP) setempat, agar selektif dalam mengeluarkan izin, agar tidak menimbulkan banyak korban yang diiming-imingi dan dijanjikan kemudahan dan kemurahan harga kamar hotel yang mereka tawarkan yang ternyata hanya fiktif belaka.

“Ini bukan film ataupun sinetron, kok kayak alur cerita di TV ada fiktif-fiktifnya. Saya bayar pakai duit bukan pakai daun. jadi profesionallah pihak manajemen AVC itu,” katanya dengan nada tinggi.

Ketika dikonfirmasikan ke pihak AVC via sambungan telepon maupun pesan instan (whatsapp, Telegram), Senin (31/01/2022) tidak mendapat tanggapan maupun respon. Hingga berita ini disiarkan, belum ada jawaban keterangan resmi dari pihak manajemen AVC.

Pos terkait