Gong KIP Harus Bisa Dirasakan Masyarakat Luas

ilustrasi KIP karena Informasi merupakan hak Azasi bagi seluruh masyarakat

Beritatrends, Magetan – Segala informasi sangat di butuhkan oleh masyarakat luas, dengan informasi masyarakat jadi tahu, dengan informasi pula masyarakat menjadi cerdas dalam segala hal oleh karena itu informasi sangat dibutuhkan oleh semua pihak dari tingkat atas sampai kebawah karena mereka sama haknya untuk mendapadapatkan informasi tersebut.

Dengan diluncurkan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sudah sewajarnya setiap tanggal 30 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari KIP Nasional dan marilah hari KIP kita peringati guna mendapat Informasi yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat luas seluruh Indonesia dari pusat hingga sampai keplosok yang terpencilpun.

Dengan disahkannya KIP tahun 2008 oleh pemerintah sehingga gong keterbukaan informasi bisa menjadi idaman masyarakat sudah dinyatakan sah dan berlaku dan selanjutnya masyarakat dan badan publik dikenakan kewajiban terhadao subtasi UU 14/2008 tenyang KIP tersebut.

Penulis berharap Hari KIP bisa dijadikan momentum bagi badan publik khususnya Pemerintah untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap layanan informasi publik kepada masyarakat.

Selain itu juga diharapkan badan publik betul-betul mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diuraikan dan ditetapkan melalui UU 14/2008 maupun ketentuan sebagaimana diatur melalui peraturan Komisi Informasi (KI), baik yang berkaitan standar layanan informasi publik mauoun berkaitan dengan kebijakan-kebijakan lainnya.

Sekali lagi Penulis berharap bahwa keterbukaan informasi publik bagi badan publik itu tidak hanya melaksanakan kewajiban atau ketentuan sebagaimana diatur dalam UU KIP, tapi kami berharap bahwa KIP ini mwnjadi kebutuhan bagi badan publik.

Belum lama ini di Magetan dengan kurangnya informasi untuk masyarakat sebagai penulis merasa prehatin dan merasakan sesaknya batin ini ! , Kenapa demikian ? sungguh naif ada salah satu siswa SMAN yang cukup populer di Magetan padahal anak tersebut mendapat juara terbaik di SMAN tersebut namun tidak bisa melanjutkan kuliah lantaran tidak punya biaya, padahal banyak sekali lembaga yang siap membiayai bagi warga masyarakat yang tidak mampu.

Baca Juga  Momentum Hardiknas, Suwata Beber Kondisi Pendidikan dan GTT di Magetan

Sampai-sampai salah satu NGo Edukasi yang berada di Magetan mengupayakan ke desa tempat anak tersebut tinggal namun upaya tersebut gagal karena tidak ada kepedulian dari pihak desa tersebut.

Maka dari itu penulis berharap sudah sewajarnya dan seharusanya informasi bisa dirasakan oleh masyarakat, mulai dari tingkat desa harus ada PPID sebagai pusat informasi tentang apapun, jadi apa bila masyarakat bertanya di PPID desa sebagai pelayan bisa mengarahkan masyarakatnya.

Contohnya di desa A telah sukses membuat pupuk organik sebagai pengganti pupuk An organi dengan rumusan-rumusannya, begitu juga tentang pendidikan, tentang wisata dan seterusnya tinggal bertanya ke pusat informasi terdekat yang ada di desa tersebut.

Karena dengan informasi masyarakat bisa merasakan manfaat dari informasi itu untuk menjadikan pedoman atau acuannya agar apa yang diinginkan bisa tercapai sesuai cita-citanya ini adanya di Dinas Kominfo yang dulu dinas Penerangan.

Pos terkait