Kejar Serbuan Vaksinasi Covid-19, Pelajar di Magetan Jadi Sasaran

  • Whatsapp

Beritatrends, Magetan – Serbuan Vaksinasi Covid-19 terus dilakukan, sama halnya yang dilaksanakan di salah satu sekolah MTsN 5 Magetan yang berada di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Senin (11/10/2021) yang lalu.

Serbuan vaksinasi dilakukan secara jemput bola tersebut merupakan kerjasama antara Kodim 0804/Magetan bersama Poskes Magetan dan Puskesmas Panekan dengan tujuan dapat menekan laju penularan Covid-19 pada anak remaja di Kabupaten Magetan.

Tentunya ini dilakukan agar anak didik maupun para siswa siswi lebih siap menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa yang akan datang dan dapat mempercepat herd immunity bagi anak didik di Kabupaten Magetan.

Saat ditemui di Kantornya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MTsN 5 Magetan Husnul mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan di MTsN 5 Magetan pada Senin (11/10/2021) kemarin merupakan Kerjasama antara Kodim 0804/Magetan bersama Poskes Magetan dan Puskesmas Panekan. Rabu (13/10/2021)

“Serbuan vaksinasi kali ini dilaksanakan bagi siswa – siswi usia 12 – 17 tahun sebanyak kurang lebih 80% dari jumlah siswa 1.245, dan kemarin kurang lebih sebanyak 841 siswa yang sudah di vaksinasi covid-19. Memang kemarin kendalanya ada anak 1 itu masih dibawah 12 tahun, dan ada permasalahan NIK yang tidak sinkron, akhirnya ditunda namun tidak banyak.” jelas Waka Husnul. Rabu (13/10/2021)

Lanjutnya, dari Kecamatan Panekan sudah memberikan solusi apabila nantinya ada NIK yang bermasalah Kecamatan Panekan akan siap membantu untuk permasalahan NIK tersebut.

Ditanya kelanjutan vaksinasi yang dilaksanakan di MTsN 5 Magetan, Pihaknya mengatakan bahwa ini masih dalam pendataan dan bagi yang belum tervaksinasi akan di data kembali.

“Memang sebelumnya ada dari permintaan orang tua murid itu tidak menghendaki untuk dilakukan vaksinasi covid-19 ,dengan alasan ada orang tuanya yang setelah divaksin itu meninggal dunia, akhirnya permintaan dari orang tua tersebut pihak sekolahan tidak bisa memaksa, namun pihak sekolah nantinya akan meminta surat keterangan dari orang tua apabila seluruh siswa yang tidak mau di vaksin itu ada surat pernyataanya.” imbuhnya.

Pihak sekolahan tidak bisa memaksa kehendak orang tua untuk siswa yang tidak diperbolehkan di vaksin, namun itu tidak banyak hanya beberapa orang tua saja yang tidak memperbolehkan anaknya untuk divaksin.

“Dari data yang diperoleh kemarin kurang lebih 3 – 4 anak yang tidak bersedia untuk divaksinasi covid-19, dan yang diluar masalah NIK itu pihak sekolahan masih dalam proses pendataan lagi dan akan dilaksanakan vaksinasi covid-19 mendatang.” jelasnya.

Walaupun sudah melaksanakan vaksin para pelajar dihimbau agar tetap melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan, sehingga dapat menimimalisir penyebaran Covid-19.

“Dihimbau bagi seluruh siswa – siswi yang telah divaksin maupun yang belum agar dapat menerapkan protokol kesehatan yang telah berlaku, sehingga dapat meminimalisir penyebaran covid-19.” tutupnya.

Pos terkait