Malam Tahun Baru, Telaga Ngebel Ponorogo Sajikan Pertunjukan Water Fountain

Water Fountain Telaga Ngebel.

Beritatrends, Ponorogo – Ada yang akan berbeda pada malam pergantian baru kali ini di Telaga Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur. Untuk memanjakan mata pengunjung telaga ngebel, Pemkab Ponorogo menyajikan pertunjukan Water Fountain (Air Mancur Menari) di objek wisata air andalan Bumi Reog ini.

Sugiri Sancoko Bupati Ponorogo mengatakan, untuk memperindah malam pergantian tahun di Telaga Ngebel, pihaknya sengaja memasang Water Fountain yang dipadukan dengan siber light dan diiringi dengan musik.

Tak hanya itu tepat jam 00.00 WIB tepat pesta kembang api akan meramaikan langit Ngebel.

“Water fountain yang sudah jadi ini, malam tahun baru kamu coba untuk dihidupkan. Dan dinikmati wisatawan. Kita akan bareng-bareng kesana untuk melihat,” ujarnya, Senin (26/11).

Giri mengaku, Water Fountain yang dipasang di Ngebel merupakan rangkaian proyek revitalisasi Ngebel menjadi destinasi wisata alam dan budaya. Ia mengaku, hal itu bukan menjadi kegiatan peresmian proyek Water Fountain yang tengah di kebut Pemkab.

“Sesungguhnya belum diresmikan, karena kami belum selesai 100 persen. Artinya water fountain ini baru di air mancurnya dan siber light nya. Tapi untuk tribun, panggung tratikal, untuk menyajikan memadukan Pertunjukan kebudayaan dan alam ini belum selesai,” ungkapnya.

Giri menambahkan untuk dapat menikmati The Song Of Baruklinting ini, wisatawan akan ditarik tiket masuk Telaga Ngebel. Hal ini sebagai upaya peningkatan PAD ( Pendapatan Asli Daerah) dari sektor wisata.

“Tiket HTM (Harga Tiket Masuk) tetap sama Rp 15 ribu. Kami tidak akan menaikan tiket tapi menambah fasilitas. Kemarin narik tiket tapi tidak ada fasilitas sekarang kita berikan fasilitas. Bagaimana malam juga bertiket untuk meningkatkan PAD makanya kita buat pertunjukan Water Fountain ini untuk menarik wisatawan mendatangi ngebel saat malam hari,” tambahnya.

Ia berharap, awal tahun 2023 bisa menjadi momentum bagi Telaga Ngebel menjadi objek wisata Ponorogo yang menyajikan, kenyamanan, keamanan, kebersihan, sehingga ada pelayanan.

“Awal tahun Disbudparpora mari bersama-sama bagaimana mengemas, bagaimana bertiket itu, tidak hanya mendapatkan tontonan tapi juga pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Kang Bupati Giri.

Pos terkait