Merti Bumi dan Jamasan Pusoko : Warisan Budaya Desa Terung Tetap Dijaga Dilestarikan Sebagai Ingatan Para Leluhur

Kepala Desa Terung Suwarno : pemerintah desa akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan budaya yang ada, karena hal ini merupakan bagian dari upaya mempersatukan warga, menjaga kerukunan, serta memperkuat ikatan sosial antarwarga.

BeritaTrends, Magetan – Semarak dan kehangatan suasana menyelimuti seluruh penjuru Desa Terung, Kecamatan Ponorogo, pada hari ini. Warga dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari para sesepuh, pemuda, hingga anak-anak, berkumpul dengan penuh semangat untuk melaksanakan dua rangkaian acara adat yang paling ditunggu dan menjadi identitas daerah setempat, yaitu tradisi Merti Bumi dan Jamasan Pusoko. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan wujud nyata rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan mendalam terhadap alam, serta upaya menjaga nilai sejarah dan jati diri desa yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, Kamis (18/6/2026)

Dalam pelaksanaan acara yang berlangsung khidmat namun penuh kebersamaan ini, Kepala Desa Terung, Bapak Suwarno, hadir langsung di tengah-tengah warga dan memberikan sambutan yang menguatkan tekad seluruh masyarakat untuk terus memelihara tradisi tersebut. Menurutnya, budaya adalah akar yang menopang keberadaan sebuah desa, dan tanpa budaya, sebuah komunitas akan kehilangan ciri khas serta identitasnya.

“Budaya ini harus kita lestarikan sampai kapanpun, tidak boleh ada kata berhenti atau melupakannya. Budaya adalah nyawa dari kehidupan masyarakat Desa Terung, ia menjadi pembeda dan kebanggaan kita. Melestarikan budaya berarti kita sedang menjaga sejarah dan mengamankan masa depan anak cucu kita nanti. Selama Desa Terung masih berdiri, selama itu pula tradisi ini harus terus kita hidupkan dan kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” tegas Bapak Suwarno di hadapan warga yang hadir.

Baca Juga  Dipimpin Dansat Brimob Poldasu, 19 Anggota Polri Perkuat Kontingen Sumut Dalam PON XXI 2024

Lebih jauh, Kepala Desa menambahkan bahwa pemerintah desa akan senantiasa mendukung dan memfasilitasi setiap kegiatan budaya yang ada, karena hal ini merupakan bagian dari upaya mempersatukan warga, menjaga kerukunan, serta memperkuat ikatan sosial antarwarga. Ia juga berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan aktif agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan tidak luntur tergerus oleh arus zaman maupun pengaruh budaya luar.

Sementara itu, Sudarmo atau yang lebih akrab disapa Mbah Sarni, selaku Sesupuh Desa Terung dan tokoh masyarakat yang sangat dihormati, turut memberikan pandangan yang mendalam mengenai makna hakiki dari tradisi Merti Bumi dan Jamasan Pusoko. Sebagai orang yang memegang erat nilai-nilai leluhur, Mbah Sarni menjelaskan bahwa budaya memiliki kedudukan yang sangat penting namun harus dipahami dengan benar tempatnya.

“Perlu kita pahami bersama, budaya itu bukanlah agama. Namun, meskipun bukan agama, budaya tetap harus kita lestarikan, kita hormati, dan kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Mengapa harus tetap dilestarikan? Karena tradisi ini didasari oleh rasa cinta dan penghormatan yang tinggi untuk mengenang jasa-jasa para pendiri Desa Terung. Mereka adalah orang-orang hebat yang telah berjuang, membuka hutan, membangun tempat tinggal, dan menjadi cikal bakal berdirinya desa ini seperti yang kita nikmati saat ini,” ujar Mbah Sarni dengan nada bicara yang bijak dan penuh ketenangan.

Lanjut Mbah Sarni, “Semua apa yang ada di desa ini, tanah yang kita pijak, tempat kita berteduh, dan kehidupan yang kita jalani, semuanya berkat perjuangan para leluhur. Oleh karena itu, tradisi ini wajib terus dilestarikan dan diwariskan, agar nantinya kisah, perjuangan, dan jejak para pendiri desa ini tetap dikenang, selalu hidup di hati, dan menjadi teladan bagi anak cucu kita di masa yang akan datang. Jangan sampai sejarah ini hilang, karena jika hilang, maka kita seolah melupakan asal-usul kita sendiri.”

Baca Juga  Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim Polres Sampang Dan Kapolsek Sreseh

Rangkaian kegiatan dimulai dengan prosesi Merti Bumi, yang secara harfiah berarti membersihkan atau memelihara bumi/desa. Dalam tradisi ini, warga berdoa bersama memohon keselamatan, kesejahteraan, kelimpahan hasil bumi, serta terhindarnya desa dari segala bencana dan marabahaya. Prosesi ini juga menjadi momen warga untuk saling bertegur sapa, mempererat persaudaraan, dan bekerja sama membersihkan lingkungan desa sebagai wujud kasih sayang terhadap tempat tinggal mereka.

Acara kemudian dilanjutkan dengan puncak kegiatan, yaitu Jamasan Pusoko. Ini adalah tradisi membersihkan, merawat, dan mendoakan benda-benda pusaka peninggalan leluhur, seperti senjata kuno, alat pertanian zaman dahulu, naskah kuno, dan benda bersejarah lainnya yang disimpan dengan aman. Prosesi jamasan dilakukan dengan tata cara yang sakral dan penuh penghormatan, diiringi doa-doa agar nilai yang terkandung dalam benda pusaka tersebut tetap memberikan manfaat dan berkah bagi seluruh warga desa.

Para warga yang hadir tampak antusias dan bangga dapat ikut serta dalam kegiatan ini. Salah satu warga mengungkapkan rasa syukurnya karena tradisi ini masih terus berjalan dan mendapat perhatian besar dari pemerintah desa maupun tokoh masyarakat. Mereka berharap, di masa mendatang, Merti Bumi dan Jamasan Pusoko tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang bisa memperkenalkan keunikan Desa Terung ke wilayah yang lebih luas.

Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemimpin desa, tokoh adat, hingga warga biasa, tradisi Merti Bumi dan Jamasan Pusoko kini semakin kokoh posisinya sebagai warisan budaya tak benda yang berharga. Di Desa Terung, terbukti bahwa melestarikan budaya bukan hanya soal menjaga masa lalu, tetapi juga membangun jembatan yang kokoh menuju masa depan yang beridentitas, bersatu, dan selalu mengingat jasa para leluhur pendiri desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *