Beritatrends.co.id, Magetan – Monumen Soco di Desa Soco, Kecamatan Bendo, kembali menjadi lokasi peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026) pagi. Setiap tahun, Pemkab Magetan memilih tempat bersejarah tersebut untuk mengenang tragedi berdarah 1948 sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai Pancasila.
Upacara dipimpin langsung Bupati Magetan Nanik Sumantri sebagai inspektur upacara. Hadir jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan guru dan santri.
Monumen Soco dipilih bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut menjadi salah satu situs yang berkaitan dengan tragedi pemberontakan PKI 1948 di Magetan. Di kawasan monumen terdapat dua sumur yang dalam catatan sejarah lokal dikaitkan dengan penimbunan korban peristiwa tersebut.
Pasukan upacara berasal dari berbagai unsur. Di antaranya Kodim 0804/Magetan, Lanud Iswahjudi, Polres Magetan, Satpol PP, ASN, guru, siswa, hingga santri.
Dalam amanatnya, Nanik menyebut peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak semata-mata menjadi agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat jati diri bangsa.
“Upacara ini tidak hanya mengenang perjuangan pahlawan yang mempertahankan Pancasila dari ancaman ideologi lain, tetapi juga momentum menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh di masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Nanik juga mengajak generasi muda memahami sejarah bangsa. Termasuk tragedi yang terjadi di Soco agar menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya.
“Dengan menanamkan nilai Pancasila, kita bisa bersama-sama mewujudkan Indonesia yang besar dan sejahtera. Dan dengan mengenang sejarah di Soco ini, kita belajar agar tidak ada lagi ruang bagi kebangkitan komunisme di Indonesia,” tegasnya.
Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Nilai persatuan, menurut pemerintah daerah, menjadi relevan untuk terus diperkuat di tengah keberagaman masyarakat.
Setelah upacara, dilakukan peletakan karangan bunga dan doa bersama di sekitar Monumen Soco. Ziarah juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban tragedi 1948.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian santunan kepada warga sekitar monumen.
Bagi Pemkab Magetan, peringatan tahunan di Soco menjadi pengingat bahwa sejarah tidak cukup hanya dikenang. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu diteruskan kepada generasi muda agar persatuan dan kehidupan berbangsa tetap terjaga.





