Suksesnya Kurikulum Merdeka Harus Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan

SDN 4 Plangkrongan Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan saat belajar di perpustakaan

Beritatrends, Magetan – Kesuksesan implementasi Kurikulum Merdeka tentunya tak lepas dari kolaborasi antar pemangku kepentingan. Hal penting ini disadari oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pemangku kebijakan di daerah untuk berkolaborasi menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka. bisa menjadi salah satu daerah terdepan yang sukses dan banyak menerapkan Kurikulum Merdeka.

Esensi Kurikulum Merdeka di mana yang diajarkan adalah kompetensi dasar yang perlu dimiliki siswa. Ada Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGP) yang mendampingi Bapak/Ibu guru mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Terkait dengan pengembangan kualitas pembelajaran, Kemendikbudristek telah memberikan alternatif sarana pembelajaran bagi satuan pendidikan. Oleh karena itu, para pendidik diminta untuk memanfaatkan berbagai sarana yang ada untuk memperkaya metode pembelajaran.

Kepala dinas harus bersama-sama membangkitkan kesadaran para guru agar login ke platform Merdeka Mengajar untuk meningkatkan kompetensi mereka. Selain itu, juga mendorong insiatif kepala sekolah agar mengajukan diri untuk menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magetan Suwoto mengatakan, Kurikulum merdeka itu kebijakan dari merdeka belajar di episode ke 15, kurikulum merdeka, merdeka belajar ada sekian episode.

“Dulu awalnya, misalkan UN ditiadakan, sekarang gencar-gencarnya menjalankan kurikulum merdeka, ini penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya dan posisinya sekarang Magetan itu untuk jenjang terkait di SMP, kita sepakat sudah melaksanakan kurikulum merdeka karena ada beberapa pilihan,”terang Suwata.

Itu kebebasan, kemudian bisa kurikulum darurat, darurat itu K13 disempurnakan, nah kita sepakat pakai kurikulum merdeka dan alhamdulillah kita sekarangkan kurikulum merdeka itu ada tiga jalur.

“Ada jalur mandiri belajar, mandiri berubah, mandiri berbagi. Treknya yang paling tinggi itu mandiri berbagi. Magetan yang mandiri berbagi untuk SMPN 1 Magetan lainnya mandiri berubah, yang paling rendah mandiri belajar, nah sekarang ini kita sudah melaksanakannya,Kalau di SD itu kelas 1 dan 4, kemudian yang SMP kelas 7, kelas 7 itu kelas 1 di SMP. Gurunya sekarang kita push terus supaya bisa segera jalan di materi kurikulum merdeka,”ucap Suwata.

saat memberikan kebebasan dalam bergaya di ruang kelas

Kurikulum Merdeka sudah disediakan Kemendikbud Ristek di platprom merdeka mengajar ada disitus web, semua ada disitu, semua guru supaya antipasi. Antipasi itu masuk di web, kemudian ada pelajaran daring mandiri, kemudian setelah mendapat materi baru di pelajari, mereka membuat rencana pembelajaran.

“Alhamdulillah Magetan posisinya sekarang untuk pemanfaatan plat kemerdeka, belajar baik dari kementrian itu sejatinya mungkin paling tinggi rangkingnya, pemanfaatannya kurikulum dan ada presentasinya itu langsung bisa diketahui oleh kementrian karena by aplikasi,”paparnya.

Karena sekarang kita sudah mencapai 99%, karena minggu yang lalu saja sudah sampek 98%. Kurikulum merdeka namanya merdeka artinya bebas, dia bebas membuat rencana pembelajaran bebas dan sistim evaluasi sekarang tidak lagi.

“Makannya gurunya kelas 1 kelas 4 itu yang paling sering kita diklat, supaya dia bisa mempelajari flatprom merdeka belajar yang ada di web nya kementrian, materinya ada semua disitu. Nah disitu nanti mereka khususnya guru kelas 1 dan kelas 4 kalau yang di SD itu harus betul-betul memahami namanya implomentasi kurikulum merdeka. Ini semua alhamdulillah sudah kita minta untuk adakan diklat-diklat dan sebagainya,”pungkas Suwata.

Pos terkait