Tak Puas Dengan Audensi di PDAM Akhirnya KALIS Turun ke Jalan

Koalisi Aktifis Lintas Sektoral (Kalis) Magetan

Beritatrends, Magetan – Menindaklanjuti permasalahan PDAM Lawu Tirta tentang ketidak transparansian dalam manajemen saat audensi Koalisi Aktifis Lintas Sektoral (Kalis) Magetan dengan Direksi, Dewan Pengawas dan Jajaran PDAM Lawu Tirta, di ruang rapat PDAM Lawu Tirta, Jumat (23/12/2022) kemarin membuat Kalis merasa kurang puas atas penjelasan yang di lakukan managemen.

Akhirnya aktivis dari sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lintas Sektoral (Kalis) turun ke jalan. Menilai persoalan di Perumdam Lawu Tirta Magetan perlu didalami, meskipun rencana kenaikan gaji direksi, dewas, dan karyawan telah ditolak Bupati Suprawoto selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

Dalam aksinya, Kalis mendatangi Gedung DPRD Magetan, Kantor Pemkab dan Pendopo, serta Kantor Perumdam Lawu Tirta, Senin (26/12/22022).

Mereka, berorasi menyuarakan tuntutan melalui pengeras suara, meneriakkan yel-yel, serta membentangkan spanduk.

Tuntutan mereka diantaranya :

  • Ganti jajaran direksi dan anggota sebagai bentuk tanggung jawab atas kebangkrutan PDAM sebagaimana diungkap Dewn Pengawas PDAM yang menimbulkan kegaduhan di tubuh PDAM dan antara karyawan PDAM.
  • DPRD diminta segera membentuk pansus penyelematan aset PDAM secara transparan melalui tim audit dan dilaporkan kepada publik.
  • Pada siapapun yang memiliki kekuasaan politik jangan lindungi oknum PDAM yang diduga melanggar kepentingan PDAM dan terindikasi kasus KKN.
  • Bubarkan dan ganti Dewan Pengawas yang dinilai tidak bekerja dengan baik.
  • PDAM beranilah transparan tentang keuangan neraca berjalan.
  • Selamatkan aset PDAM sebagai kekayaan rakyat Magetan dan berikan hak-hak penghargaan kepada karyawan secara profesional dan proporsional.
  • Hilangkan monopoli kekuasaan dengan proporsional dan jangan ada rangkap jabatan di PDAM

Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno SE

Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno SE, menyimpulkan ini bentuk kecintaan terhadap masyarakat Magetan dan PDAM bahwa transparansi pengelolaan anggaran.

Kesimpulannya nanti akan kita komunikasi secara langsung dengan Bupati selaku KPM, membentuk tim investigasi atau segera membentuk Pansus berkaitan dengan PDAM, sehingga kecintaan Magetan dan PDAM merupakan bentuk transparansi untuk kesejahteraan.

“Memamang ada misi sosial, misi pelayanan, tetapi juga ada keuntungan yang harus diseorkan untuk pemasukan APBD dalam rangka menyejahterakan masyarakat,”terang Sujatno.

Didepan Pendopo Surya Graha Sifaul Anam Koordinator Kalis berorasi, kami menyesalkan tanggapan Bupati selama ini seolah-olah menjaga jarak dengan kawan-kawan aktivis. T

“Tuntutan kepada KPM bubarkan sementara/berhentikan sementara Dewas dan seluruh jajaran Direksi. Dan jika tidak dilakukan secepatnya oleh KPM, maka kami akan menggelar aksi yang lebih besar dengan massa pelanggan di Magetan,”ucap Anam

 

Bupati Magetan Suprawoto

Ditempat yang sama Bupati Magetan, Suprawoto mengatakan, Segala masukan akan kita sikapi. Perlu disampaikan bahwa kenaikan gaji sudah diusulkan beberapa kali tapi saya tetap menolak karena waktunya tidak tepat.

“Saya menganggap njenengan semua sebagai pengontrol saya. Saya tidak pernah menolak Panjenengan semuanya. Saya tidak antikritik, supaya saya bisa berjalan lurus. Masukan njenengan saya bahas untuk membenahi Magetan dari segala aspek,” kata Suprawoto.

Didepan Kantor Pemerintahan Kabupaten Magetan Sekretaris Daerah Hergunadi selaku ketua Tim Anggaran mengatakan bahwa :

  • Berkaitan dengan kenaikan gaji, tadi sudah disampaikan oleh Bupati.
  • Berkaitan dengan kenaikan tarif, tidak mungkin dilaksanakan karena saat ini kita sedang mengatasi masalah inflasi
  • Masalah yang lain akan kita tindak lanjuti sesuai dengan prosedur atau aturan yang berlaku.
  • Untuk menonaktifkan Direksi dan Dewas, tetap akan dievaluasi sesuai aturan dan prosedur

Pos terkait