Beritatrends,Magetan- Kabupaten Magetan sedang bersiap melangkah ke era baru dalam penataan ruang publiknya. Langkah ini ditandai dengan komitmen Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 921 juta untuk melahirkan dua landmark monumental.
Bukan sekadar pembangunan fisik, proyek ini adalah sebuah upaya seni tata kota untuk memperkuat identitas visual dan menghidupkan karakter daerah.
Pintu gerbang Magetan di Stasiun Magetan yang terletak di Desa Karangsono, Kecamatan Barat akan menjadi saksi perubahan pertama. Dengan kucuran dana Rp 385 juta, kawasan ini akan bersolek menyambut para pelancong dengan replika lokomotif yang megah.
Kehadiran ikon ini sengaja dirancang untuk mempertegas identitas historis perkeretaapian yang melekat kuat di sana.
Tak hanya itu, kenyamanan pengunjung turut didongkrak lewat pembangunan fasilitas pendukung seperti trotoar yang ramah pejalan kaki, gazebo untuk melepas penat, tempat duduk komunal, hingga area parkir roda dua yang lebih tertata rapi.
Sementara itu, denyut nadi aktivitas warga di Plaza Ndoyo akan dipercantik dengan sentuhan landmark baru bernilai Rp 536 juta. Dinas PUPR memastikan bahwa intervensi estetika ini tidak akan mengikis fungsi asli plaza sebagai ruang interaksi sosial, melainkan menambah daya tarik visual yang membuat masyarakat semakin betah berkegiatan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Magetan, Rokhmat Zainuddin, menegaskan bahwa penataan ini mengawinkan keindahan visual dengan kenyamanan fungsi ruang.
Melalui proyek ini, Magetan tidak hanya ingin membangun pemandangan visual yang memikat mata, tetapi juga ruang publik yang fungsional, berkualitas tinggi, dan memiliki manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.





