Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun menyalakan api dalam rangkaian pawai panji dan obor memperingati Hari Jadi Ke-108 Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu dini hari (20/6/2026).
Beritatrends,Madiun – Momen sakral Kirab Panji Persatuan dan penyalaan Obor Api Madiun Berkilau Perjuangan menandai Hari Jadi Ke-108 Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026) dinihari. Kegiatan kirab panji persatuan berlangsung khidmat dengan berjalan kaki dari Bakorwil menuju Balai Kota Madiun.
Prosesi kirab panji menghadirkan figur sejarah Retno Dumilah serta diikuti perwakilan 14 pendekar dari seluruh perguruan pencak silat di Kota Madiun. Keikutsertaan para pendekar sebagai simbol kokohnya persatuan, persaudaraan, dan semangat perjuangan yang tak pernah padam.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyatakan kirab dipilih mengganti upacara untuk menghadirkan nuansa baru dalam peringatan hari jadi Kota Madiun. Selain lewat kirab dan pawai obor dapat memberikan makna historis yang lebih kuat kepada masyarakat.
“Kota Madiun ini memiliki ciri khas yang harus bisa diceritakan dan memberikan nyawa di pembukaan (hari jadi). Maka angka 108 yang saya sampaikan bukan sekedar angka. Ini bagian dari perjalanan perjuangan,” kata Bagus.

Prosesi kirab panji menghadirkan figur sejarah Retno Dumilah serta diikuti perwakilan 14 pendekar dari seluruh perguruan pencak silat di Kota Madiun pada kegiatan peringatan Hari Jadi Ke-108 Kota Madiun.
Bagi Bagus, peringatan HUT Kota Madiun tidak hanya menjadi agenda seremoniall. Namun juga harus mampu menghadirkan cerita dan nilai sejarah yang dapat dikenang masyarakat.
“Kenapa ada prosesi kirab, biar peringatan hari jadi ini lebih punya cerita. Jadi upacara peringatan kita tiadakan dan kita ganti dengan prosesi kirab ini,” tutur Bagus.
Kirab dimulai dari Kantor Bakorwil Madiun menuju Balai Kota Madiun dengan berjalan kaki. Dalam prosesi itu warga disuguhi berbagai atraksi budaya yang merepresentasikan sejarah dan identitas Kota Pendekar. Salah satunya sosok Retno Dumilah yang diperankan secara khusus lengkap dengan pasukan pengiringnya.
Tak hanya itu, sejumlah peserta kirab juga membawa obor sebagai simbol semangat perjuangan dan perjalanan sejarah Kota Madiun. Rangkaian acara meliputi penghormatan kepada lambang daerah, pembacaan ikrar pendekar, hingga doa bersama.
Puncak prosesi berupa penyalaan obor besar di halaman Balai Kota Madiun. Penyalaan obor itu menjadi simbol semangat persatuan dan perjalanan panjang Kota Madiun hingga memasuki usia ke-108 tahun.
Bagus mengharapkan kirab panji dan obor dapat menjadi tradisi yang memperkuat identitas Kota Madiun sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam merayakan hari jadi Kota Madiun.
“Mari kita terus berjalan beriringan, menjaga api optimisme ini agar tak pernah padam demi masa depan yang lebih gemilang. Untuk itu simbol api ini sekaligus kita sebagai pewaris perjuangan itu harus bisa meneruskan. Api ini tidak akan mati sampai tanggal 20 Juli baik siang atau malam. Ini sebagai symbol bahwa kita semua warga madiun memiliki semangat untuk meneruskan perjuangan pendahulu kita,” demikian Bagus.





