Samanhudi Anwar Terpilih Jadi Ketua KONI Kota Blitar Usai Unggul Voting 22 Suara

Beritatrends,Kota Blitar – ProsesTahapan Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar akhirnya rampung digelar dalam suasana dinamis, bertempat di Gedung Serbaguna Kusumo Wicitro Kota Blitar. Selasa (19/5/2026).

Dalam proses voting suara yang diikuti 37 cabang olahraga (cabor), Samanhudi Anwar berhasil unggul dengan meraih 22 suara dukungan. Sementara rivalnya, Toni Andreas, memperoleh 15 suara.

Hasil tersebut memastikan Samanhudi Anwar resmi terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar masa bakti 2026-2030 setelah mendapatkan dukungan mayoritas dari para pemilik suara.

Ketua KONI Kota Blitar terpilih, Samanhudi Anwar, menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi olahraga agar tetap dipimpin putra daerah tanpa campur tangan politik maupun intervensi pemerintah daerah.

Ia juga menyayangkan adanya dugaan intervensi dari pemerintah daerah dalam dinamika pemilihan KONI. Menurutnya, organisasi olahraga seharusnya berjalan independen tanpa tekanan politik.

“Saya sayangkan kalau pemerintah daerah terlalu ikut campur. Apakah cabor-cabor di Kota Blitar ini tidak punya orang berkualitas? Tidak perlu mengadopsi dari luar daerah,” tegasnya.

Ia mengaku sebenarnya tidak memiliki ambisi besar menjadi ketua, namun dorongan dari para pengurus cabang olahraga (cabor) membuat dirinya maju.

“Saya sebenarnya tidak ingin jadi ketua. Tapi karena desakan dan dukungan teman-teman cabor, akhirnya saya maju. Komitmennya sederhana, KONI harus dipimpin putra daerah asli,” ujar Samanhudi.

Samanhudi bahkan menyatakan dirinya siap mundur apabila ada calon asli Kota Blitar yang dinilai lebih layak memimpin KONI.

“Kalau memang ada putra daerah lain yang lebih pantas, saya siap mundur. Ini soal harga diri dan marwah KONI,” katanya.

Mantan Wali Kota Blitar itu menilai dinamika pemilihan KONI saat ini sudah menyerupai suasana politik layaknya pemilihan kepala daerah.

Baca Juga  Ketua Komisi I DPRD Tubaba : Pihak Sutet Jangan Bikin Kisruh

Ia berharap pemerintah cukup menjalankan fungsi pembinaan dan dukungan anggaran tanpa ikut memengaruhi proses organisasi.

“Biarkan KONI berjalan mandiri. Pemerintah cukup membina dan memberikan dukungan dana. Jangan sampai ada ancaman atau tekanan politik,” ujarnya.

Menurut Samanhudi, kemenangan dirinya menunjukkan bahwa dukungan dari akar rumput olahraga masih sangat kuat.

“Legalitas dari bawah masih kuat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan tidak ada pelanggaran aturan dalam proses pencalonannya. Sebagai orang yang memahami hukum, ia mengaku telah mempelajari AD/ART organisasi maupun regulasi Kemenpora sebelum maju dalam pemilihan.

“Saya tahu hukum. Tidak ada yang saya langgar, baik AD/ART maupun aturan Kemenpora,” katanya.

Ke depan, Samanhudi menilai potensi olahraga di Kota Blitar sangat besar, terutama dalam menghadapi Porprov Jawa Timur 2027. Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara tiga unsur utama, yakni pelaku olahraga, legislatif, dan pemerintah daerah.

“Tiga pilar ini harus sinkron. Pelaku olahraga, legislatif, dan pemerintah harus berjalan bersama demi kemajuan olahraga Kota Blitar,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan media dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan olahraga modern.

“Sekarang eranya IT. Kalau tidak mengikuti perkembangan teknologi dan media, kita akan tertinggal. Jadi ke depan harus ada kerja sama yang baik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *