Operasi Pupuk Bersubsidi Temukan Puluhan Ton Pupuk Belum Terdistribusi Ke Petani Madiun

CEK—Tim gabungan melakukan pengecekan dokumen distribusi pupuk bersubsidi pada salah satu distributor pupuk bersubsidi di Kabupaten Madiun bagian selatan, Selasa (7/12/2021).

Beritatrends, Madiun – Tim gabungan lintas instansi menggelar operasi lapangan pengawasan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan, Selasa (7/12/2021). Operasi itu memonitoring distributor pupuk bersubsidi tahun 2021.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Agus Sujudi menyatakan enam instansi tergabung dalam operasi lapangan pengawasan pupuk bersubsidi di wilayah Madiun Selatan.

“Selain dari Diperdagkop dan UM, tim beranggotakan Satpol PP, Kejaksaan Kabupaten Madiun, Polres Madiun, UPT Perlindungan Konsumen Kediri (Dinas Perindagprop) dan Bagian Perekonomian,” kata Agus.

Agus mengatakan bentuk operasi lapangan pengawasan itu dilakukan dengan monitoring distributor pupuk subsidi tahun 2021 dari distributor ke kios.

Dari operasi tersebut, kata Agus, pada lokasi I di distributor CV Mekar Jaya Mandiri, pupuk bersubsidi langsung dikirim ke masing-masing kios . Di distributor itu tidak ada stok pupuk bersubsidi.

Sementara di lokasi II di Kios Suyanti (Toko Sederhana), Desa Belerejo Kec.kebonsari (Kios dari Distributor CV Mekar Jaya Mandiri) ditemukan stok pupuk sejumlah 14 ton belum dapat terdistribusi ke petani.

“Pupuk belum tersubsidi karena data administrasi copy KTP belum lengkap (masih upaya dilengkapi oleh kelompok tani). Dengan demikian kios belum bisa memesan ke distributor,” ungkap Agus.

OPERASI—Tim gabungan menggelar operasi pengawasan pupuk bersubsidi di salah satu kios di wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan, Selasa (7/12/2021).

Untuk temuan di lokasi III di Distributor Adhi Kartika, kata Agus, pupuk subsidi Urea masih terdapat sisa stok di kioas 18,6 ton belum terdistribusi ke petani.
Hal itu terjadi karena data copy KTP sesuai RDKK belum terpenuhi di beberapa kios.

Dengan demikian total pupuk bersubsidi yang belum terdistribusi ke petani sebanyak 32,6 ton.

Terhadap temuan itu, demikian Agus, tim meminta stok pupuk subsidi di masing masing distributor dan kios Tahun 2021 agar segera tersalurkan ke masing masing kelompok tani paling lambat akhir Desember 2021.

Sementara untuk data RDKK yang sudah meninggal dan berganti pemilik agar diberikan surat keterangan dari desa untuk penggarap atau pemilik saat ini. Selain itu Dinas Pertanian agar segera merevisi usulan RDKK berdasarkan data akhir yang valid by name dan address serta luas baku lahan sawah.

 

Pos terkait